Lima Titik Kebakaran Karlahut di Dumai

PADAMDUMAI- Tim gabungan TNI dan Polri berhasil memadamkan kebakaran lahan di Jalan Bangun Jenawi, RT 2 Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan, Selasa (9/8) malam. Setelah hampir dua hari berjibaku melakukan upaya pemadaman di lahan seluas tiga hektar.

Informasi yang diterima, titik api mendadak muncul di lahan tersebut pada Senin kemarin. Mendapat informasi tersebut, tim bergerak cepat melakukan pemadaman hingga Senin sore. Tapi mendadak api muncul pada Selasa siang.

Hal ini disebabkan angin bertiup kencang di sekitar lahan yang terbakar. Maka tim gabungan kembali melakukan pemadaman hingga Selasa malam. “Ada api dalam sekam, sehingga saat ditiup angin, api kembali membesar,” ujar

Kapolsek Dumai Barat, Kompol Sasli Rais kepada, Rabu (10/8) pagi. Dijelaskannya, tim gabungan kembali melakukan upaya pendinginan pada Rabu kemarin. Guna memastikan tidak ada api yang muncul lagi. Maka tim pun kembali memeriksa kondisi terkini di Lahan Gambut dengan kedalaman tiga meter.

Apalagi kemarin masih terlihat asap mengepul di sekitar lokasi kebakaran lahan. Para personel pemadam juga terkendala sumber air yang cukup jauh. Ditambah kondisi angin yang memungkinkan membuat api menjalar ke lahan di sekitarnya.

Oleh sebab itu, 30 personel tim gabungan Polsek Dumai Barat, Koramil 01/Dumai, Polhut Dumai, unsur kelurahan, kecamatan dan masyarakat masih bersiaga di lokasi. Pihak kepolisian juga terus memburu pelaku pembakar lahan tersebut.

Enam saksi sudah dimintai keterangan. Termasuk empat pemilik lahan di sekitar lokasi kebakaran. Kini posisi asal api sudah dipasangi garis polisi. “Pelakunya masih diburu,” ujar Mantan Kapolsek Sei Pakning ini.
Danramil 01 Kota Dumai, Mayor (Inf) J Sirait yang ikut dalam proses pemadaman mengatakan kondisi kebakaran lahan kini diperparah dengan kondisi kemarau. Namun tetap saja ada oknum masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar.

“Padahal sudah kita peringatkan, jangan lagi membakar lahan. Ini kita sampaikan kepada masyarakat setiap patroli. Tapi kenapa masih bandel,” tegasnya.

Terpisah, Kapolres Dumai, AKBP Donald Happy Ginting mengklaim ada lima titik api kebakaran lahan di Kota Dumai hingga Selasa petang kemarin. Namun tim darat sudah melakukan upaya pemadaman secara maksimal. Sehingga pada Rabu ini tim hanya melakukan pendinginan.”Semua titik api yang ditemukan tim sudah padam. Tinggal melakukan pendinginan saja,” ujar Donald.

BPBD Kota Dumai mencatat pada Selasa kemarin mendadak muncul sejumlah titik api di tiga kecamatan. Seperti Kecamatan Dumai Barat, Kecamatan Medang Kampai dan Kecamatan Bukit Kapur. Seperti prediksi awal, pada Agustus 2016 diprediksi Dumai memasuki kemarau.

“Ada tiga kecamatan yang ditemukan titik api. Tapi tim darat sudah turun melakukan pemadaman,” ujar Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Dumai, Muhammad Rasyid Ridho kepada wartawan.Ia menambahkan, sesuai Sesuai data BMKG, Rabu (10/8) hanya satu titik api yang terpantau satelit di Kota Dumai. Titik api bisa saja bertambah karena temperatur udara di Provinsi Riau maksimal mencapai 35 derajat celcius. Sedangkan kecepatan angin mencapai 20 knots atau sekitar 36 Km/jam. “Namun jarak pandang masih normal, sebab jarak pandang masih 7 Km,” ujar Ridho.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *