Masjid Talomanoh, Perpaduan Harmonis Tiga Kebudayaan

Vadialhussein. Begitu masjid tua yang terletak di Desa Talomanoh, sekitar empat kilometer di selatan kantor distrik Bacho atau sekitar 25 km dari ibu kota Provinsi Narathiwat, Thailand itu dikenal. Masjid bersejarah itu dibangun oleh seorang ulama bernama Wadi al-Husein.

Masyarakat setempat biasa menyebut bangunan yang telah berusia 300 tahun itu dengan nama Masjid Talomanoh. Ada sederet nama yang disandang masjid tua itu, antara lain: Masjid Talok Manok, Masjid Talo Mano, Masjid Wadi al-Hussein, serta Masjid al-Hussein.

Masjid itu dibangun tak lama sebelum ambruknya Kesultanan Patani. Alkisah, seorang ulama bernama Wadi al-Hussein az Sanawi, hijrah dari Bano Sano Yanya di Provinsi Patani ke distrik Bacho.

Di tempat yang baru itulah, Hussein mendirikan masjid tersebut pada 1976. Meski telah berusia tiga abad, masjid itu masih kokoh berdiri sampai hari ini.

Karena itulah, sebagian Muslim di Thailand menyebutnya Masjid 300 Tahun. Menurut penelitian para sejarawan arsitektur, keterlibatan Hussein dalam pembangunan masjid itu sangatlah ambigu.

“Apakah ia yang mendirikan masjid tersebut pada abad ke-18 atau sebagai pencetus rekonstruksi masjid pada tahun 1960-an,” ujar para sejarawan arsitektur dalam laman Archnet.

Arsitektur Masjid Talomanoh berhasil menggabungkan tiga kebudayaan dalam perpaduan yang harmonis. Ketiga kebudayaan itu adalah Thailand, Melayu, dan Cina.

sumber : Mozaik Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *