Mau Daftar! Pertamina Butuh Puluhan Ribu Tenaga Kerja

145708_17127_pertamina_gedungJAKARTA – PT Pertamina (Persero) akan menyerap tenaga kerja besar-besaran mulai tahun depan.

Hal itu tak lepas dari adanya proyek revitalisasi kilang (refinery development masterplan/RDMP) dan pembangunan kilang baru (grass root refinery/GRR).

Pengembangan kilang tersebut menciptakan dampak berantai (multiplier effect) cukup besar.

”Proyek kilang Tuban, peak load instead of pick low tahap satu kami butuh tenaga sebanyak 20 ribu tenaga kerja dan akan menciptakan multiplier effect hingga enam kali lipat,” ujar Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi.

Dua proyek yang akan mulai menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar tahun depan adalah pembangunan Kilang Tuban di Jawa Timur dan proyek RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur yang mulai masuk tahap konstruksi.

Pertamina yang menjalin kerja sama dengan OJSC Rosneft Oil Company akan membangun Kilang Tuban dengan kapasitas produksi 300 ribu barel per hari.

Sebanyak 20-25 persen di antaranya akan memproduksi bahan baku petrokimia.

Sedangkan 75-80 persen memproduksi BBM. Kilang Tuban ditargetkan beroperasi pada 2021.

Di luar itu, Pertamina saat ini dalam proses seleksi calon mitra untuk pembangunan Kilang Bontang.

Pertamina juga tengah mengebut Proyek RDMP empat kilang, yakni Kilang Dumai, Cilacap, Balongan, dan Kilang Balikpapan.

Menurut Rachmad, proyek kilang Tuban dengan RDMP Cilacap akan berjalan seiring. Namun pekerjaan fisik Tuban akan lebih dulu dibanding Cilacap.

Serapan tenaga kerja akan mulai 2017 sekitar lima ribu orang.

”Begitu 2019 -2021 itu hampir sekitar 30 ribuan pekerja. Pada 2018,  baik Balikpapan, Cilacap dan Tuban akan menyerap 75 ribu lapangan kerja baru,” ungkap dia. (lum)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *