Mayat Tersangkut Dijaring Nelayan, Setelah Lima Hari Pencarian

ilustrasi-kapal-tenggelam_20151224_085113BENGKALIS– Setelah 5 hari dilakukan pencarian, akhirnya Budiyanto alias Debot (38) warga Desa Jangkang, Kecamatan Bantan ditemukan telah meninggal dunia. Jasadnya ditemukan tersangkut dijaring milik nelayan diperairan Parit 2 Desa Pambang, Selasa (20/9) petang sekitar pukul 16.30 WIB.

Setelah Ditemukan, Jasad korban langsung dievakuasi petugas dan masyarakat di RSUD Bengkalis untuk dilakukan visum. “Jasad korban awalnya ditemukan tersangkut dijaring milik nelayan, posisinya diperait Parit 2 desa Pambang,”kata AKP Yuherman saat dihubungi, Rabu (21/9)

Kapolsek mengatakan, meski laporan penemuan kondisi sudah sangat sore, Kepolisian dibantu SAR dan masyarakat mengevakuasi jenazah dari laut kedarat. “Malam tadi kita bawa ke RSUD untuk divisum,”sebut Kapolsek.

Disampaikan AKP Yuherman, kondisi Jasad korban saat ditemukan sudah rusak terkelupas,”Apalagi sudah 5 hari kan, kita maklum saja. Sementara pihak keluarga korban meminta agar jenazah dilakukan visum, untuk mengetahui penyebab kematian korban. Yang jelas, setelah hasil visum apabila ada hal-hal yang dicurigai akan kita tindaklanjuti”ujarnya.

Ditambahkan Kapolsek, laporan kabar hilangnya korban ke Polsek Bantan dilakukan oleh keluarga korban pada hari Minggu 18 Sepetember kemarin.

“Itupun diceritakan istri mereka tahu dari ABK kapal yang dibawa Bea Cukai. Menindaklanjuti laporan tersebut makanya kita bersama petugas lainnya melakukan pencarian,”pungkasnya.

Bea Cukai Bertanggungjawab

Kepergian Budiyanto (38) alias Debot warga Jangkang Kecamatan Bantan menyisakan luka mendalam bagi pihak keluarga khusus istri dan anaknya. Tragedi meninggalnya Debot dengan tragis tidak bisa diterima begitu saja oleh keluarga.

Kakak kandung korban, Eni mengungkapkan saat ini pihak keluarga belum bisa terima atas musibah yang dialami. “Kami ingin Bea Cukai bertanggungjawab, jelaskan kenapa adik kami seperti ini,”sebut Eni diiringi isak tangis, Selasa (20/9) lalu.

Eni mengungkap memang belum mengambil langkah akan melaporkan kejadian itu kepenegak hukum. “Saat ini kami belum bisa mengatakan seperti itu, tunggu kesepakatan keluarga,”imbuhnya.

Sebelumnya, Budiyanto alias Debot dikabarkan hilang sejakJum’at (16/8) lalu hingga ditemukan telah meninggal dunia Selasa (20/9) kemarin diperairan Parit 2 desa Pambang. Dari informasi yang diperoleh, korban nekad terjun kelaut dari kapalnya diduga dihadang petugas Bea dan Cukai Tanjung Balai. Saat itu korban bersama 2 rekannya yang kini ditahan pihak Bea dan Cukai. Hingga kini belum diketahui penyebab penghadangan kapal dibawa korban bersama 2 rekannya yang berlayar dari Malaysia ke Bengkalis. (auf)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *