MELAWAN POLISI, PEMASOK BESAR DIRINGKUS Kurir Ganja Diupah Rp3 Juta

21-ft dik Kapolsek mandau kompol Taufiq saat konfrensi Pers dan juga membuka Barang Bukti (BB) berupa 3 kantong daun ganja kering seharga puluhan juta yang berhasil diamankan petugas.DURI — Dua hari diintai kepolisian Polsek Mandau, akhirnya pemasok besar daun ganja kering berhasil diringkus oleh Team Opsnal Polsek Mandau saat buruan baru saja tiba dari Medan-Sumatera Utara. Pria asal Medan tersebut mengaku baru pertama kali menjadi kurir narkotika jenis daun ganja kering.

Kapolres Bengkalis AKBP A Supriyadi melalui Kapolsek Mandau Kompol Taufiq Hidayat T saat konfrensi pers di Kantor Mapolsek Mandau, Sabtu (20/2), mengatakan mula penangkapan semua berda¬sarkan informasi dari masyarakat yang resah akan peredaran narko¬tika jenis daun ganja kering.

Mendapat informasi itu Team Opsnal melakukan pengecekkan dila¬pangan. Saat dilakukan pengecekkan didapat informasi lagi bahwa akan ada paket daun ganja kering yang akan tiba dari Medan-Suma¬tera Utara hasil pesanan salah-seorang bandar di Duri yang masih buron.

“Tepat pukul 11.30 WIB di Kilometer 6 Kulim jalan Lintas Duri menuju Dumai turun seorang pria dari sebuah bus Halmahera tujuan Medan Pekanbaru yang membawa 3 bungkusan besar. Petugas pun melakukan penggrebekkan terhadap pria dari Medan yang telah ditunggu oleh seorang pria lagi. Belakangan diketahui bahwa pria asal Medan berinisal MT (33) dan EN (35) warga Jalan Tegal Sari Kelurahan Air Jamban Kecamatan Mandau-Duri Kabupaten Bengkalis Terpaksa dihadiahi timah panas karena mencoba memberikan perlawa¬nan kepada petugas dan seorang lagi mencoba untuk melarikan diri,” terang Kompol Taufiq.

Lanjutnya, saat digeledah terhadap kedua pelaku MT dan EN ditemukan 3 kantong besar daun ganja kering yang dibungkus dengan menggunakan koran dan juga sudah dilakban. “Kedua pria tadi langsung digelandang ke Kantor Polsek Mandau guna pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan sementara dan juga menurut keterangan MT kepada petugas bahwa dia (MT, red) hanya bertugas sebagai kurir alias pengantar saja dengan menda¬patkan upah sebesar Rp3 juta. Daun ganja kering tadi akan diantar kepada seseorang yang mana identitas nya telah dikantongi petu¬gas. Sementara, mengenai kepemilikkan daun ganja kering tadi milik seseorang berinisial AN yang saat ini sedang berada dipen¬jara di Sumatera Utara,” ujar Kompol Taufiq.
Kedua pelaku yang diketahu memiliki narkotika jenis daun ganja kering akan dikenai dengan UU No.35 tahun 2005 pasal 114 ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara diatas 4 tahun “Kini pelaku dan barang bukti telah berada di Polsek Mandau guna pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Untuk keterkaitan dalam jaringan peredaran narkotika antar Provinsi masih akan didalami lebih dalam lagi. Saya sangat berterima kasih atas kerja sama masyarakat kecamatan Mandau yang mau bekerja sama untuk memutuskan mata rantai peredaram narkotika. Informasi yang seper¬ti inilah yang dibutuhkan petugas kepolisian. Karena jika barang haram tersrbut telah tersebar maka akan sulit dilacak lagi keber¬
adaannya,” tutup Kompol Taufiq. Mengaku Barang Titipan

MT (33) warga asal Serdang Bedagai Medan-Sumatera Utara yang jadi kurir narkotika jenis daun ganja kering berperawakan kurus pendek serta berkulit putih tersebut kini harus meringis kesakitan.Sabtu (20/2) MT (33) menyebutkan bahwa baru pertama kali menjadi kurir alias pengantar daun ganja kering yang dibawa dari Medan menuju Duri.

”Saya baru pertama kali bawa daun ganja kering ini, upah dari menjadi kurir ini saya mendapatkan uang sebesar Rp3 juta. Sedang¬
kan pemesan barang merupakan warga Duri yang rencananya akan disebar disini (Duri, red). Sementara pemilik daun ganja sendiri 
merupakan warga Medan keturunan Tiong Hoa berinisal AN. Saya dipesan oleh AN tadi supaya mengantar daun ganja kering ke Duri menggunakan bis angkutan umum. Saya sudah tau kalau ini daun ganja kering namun karena himpitan ekonomi makanya saya nekat 
untuk mengantar daun ganja ini,” terang MT dengan wajah kesakitan.

“Saya nekat mengantar barang ini (daun ganja kering, red) karena himpitan ekonomi. Mendengar upahnya 3 juta makanya saya niat mengantarnya. Kalau untuk sipembeli saya belum pernah ketemu namun saya hanya mengantar saja nanti sudah ada yang menjemput orang yang akan membeli barang ini. Saya menyesal atas perbuatan ini dan saya tidak akan mengulanginya lagi,” tuturnya.

Penyesalan yang dilontarkan MT kini tidak bisa membantu apa yang telah dilakukannya. Jika saja peredaran daun ganja kering 
ini tidak digagalkan oleh petugas kepolisian Polsek Mandau maka akan banyak korban penyalah gunaan daun ganja kering di wilayah 
Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. MT warga Serang Bedagai Medan-Sumatera Utara dan juga rekan nya EN warga jalan Tegal Sari Kelurahan Air Jamban Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis akan diancam hukuman penjara maksimal diatas 4 tahun karena kepemilikan narkotika jenis daum ganja kering.  “Kita akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kedua pelaku yang mana telah memiliki daun ganja kering dengan jumlah mencapai puluhan juta atau seberat lebih kurang 15 kilogram,” tutup Kapolsek Mandau Kompol Taufiq Hidayat T. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *