Membentuk Rasa Percaya Diri Siswa dalam Proses Belajar

Endang Astuti, S.Pd,SD , Guru SDN 1 Bandar Laksamana

Oleh: Endang Astuti, S.Pd,SD , Guru SDN 1 Bandar Laksamana

TUGAS guru selain mengajar juga berkewajiban menanamkan semangat peserta didik. Menanamkan semangat dapat melalui menanamkan rasa percaya diri pada diri setiap siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar yang dilaksanakan.

Rasa percaya diri inilah yang menjadi salah satu kunci kesuksesan. Seorang siswa yang tidak punya rasa percaya diri, akan menghambat perkembangan prestasi intelektual, keterampilan dan kemandirian serta membuat siswa tersebut tidak cakap bersosialisasi. Siswa tersebut kurang mempunyai keberanian untuk mengaktualisasikan dirinya dilingkungan sosial.

Kurangnya rasa percaya diri dapat menghambat pemahaman peserta didik dalam setiap mata pelajaran yang diberikan. Kurangnya rasa percaya sering kali terlihat disaat peserta didik mengerjakan latihan soal maupun ketika menyampaikan pendapatnya. Ia takut apabila satu kelas akan mengolok-oloknya jika pendapat yang disampaikan jauh dari sempurna. Kadangkala gejala tidak percaya diri muncul dengan tiba-tiba, tanpa disadari oleh seseorang ketika melakukan sesuatu sehingga orang tersebut tidak bisa mengeluarkan kemampuannya secara optimal.

Disinilah peran utama seorang guru dalam pendidikan. Sesuai dengan UU Pendidikan dimana tugas seorang guru adalah mengajar sekaligus mendidik siswa. Maka keteladanan dari seorang guru merupakaan hal yang sangat penting dan tidak bisa ditawar lagi. Guru merupakan seniman kelas, kenalilah seni kelas sebelum mengajar. Hanya guru yang berjiwa senilah yang mampu singgah berlama di hati pesserta didik.

Ketidakpercayaan diri membuat seseorang menjadi marah terhadap dirinya sendiri dan mengakibatkan terganggunya prestasi belajar. Sebagian besar siswa yang merasa gagal dengan prestasinya sulit untuk mengembangkan kepercayaan diri. Takut dengan tugas yang menantang, takut akan kegagalan, dan terbiasa dalam mengambil tugas yang tidak memiliki tantangan.

Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan dan sikap seseorang terhadap kemampuan pada dirinya sendiri dengan menerima apa adanya baik positif maupun negatif yang dibentuk dan dipelajari melalui proses belajar dengan tujuan untuk kebahagiaan dirinya.

Jadilah guru yang empati. Guru empati adalah guru yang merasa gelisah apabila melihat gegagalan yang dialami oleh anak didiknya. Sebaliknya, ia akan merasa bahagia apabila anak didiknya mendapat kesuksesan. Peran guru adalah sebagai pengajar sekaligus pembimbing. Setiap siswa memiliki karakter yang unik. Keunikan itu bisa dilihat dari adanya perbedaan artinya tidak ada dua individu yang memiliki karakter yang sama meskipun dilihat dari fisiknya individu ini memiliki kemiripan. Mereka pasti memiliki perbedaan baik dilihat dari bakat, minat, kemampuan dan lain sebagainya.

Tugas guru selain mengajar juga berkewajiban menanamkan semangat peserta didik. Guru harus mampu melihat dan memperhatikan kondisi pribadi anak didik. Siswa yang cerdas akan cepat mengembangkan keyakinannya akan kemampuan pribadinya. Sedangkan siswa yang kurang cerdas akan sulit mendapatkan bahwa penilaian mereka tentang kemampuannya kurang baik.
Dengan keyakinan akan kemampuan diri sangat menentukan dalam mencapai hasil yang signifikan. Sebagai contoh : anak didik yang diikutkan lomba baca puisi, pada waktu latihan mereka hafal, intonasi dan ekspresinya bagus. Tetapi dikala pentas mereka menjadi kurang baik dalam intonasi maupun ekspresinya. Mereka seperti itu karena keyakinan dan kepercayaan dirinya akan kemampuannya kurang, sehingga hasilnya tidak bisa maksimal.

Keyakinan dan kepercayaan diri akan kemampuannya akan menghasilkan berbagai perasaan atau emosi dalam mengantisipasi tindakan. Bila seseorang siswa berfikir bahwa dirinya akan berhasil dalam melakukan tugas akan timbul rasa positif atau percaya diri. Sebaliknya bila seseorang ragu akan kemampuannya dan mengira akan mengalami kegagalan maka akan timbul rasa negatif, kuatir dan takut. Seorang guru harus mampu memotivasi anak didiknya bahwa dirinya harus bisa dan berhasil dalam melakukan tugas dan menanamkan rasa positif dan percaya diri akan kemampuan yang dimilikinya.

Ada tiga karakter keyakinan akan kemampuan diri yang dimiliki oleh seorang siswa yaitu, pertama tergantung pada besarnya tindakan rasa percaya diri terhadap kemampuan diri, kedua adalah generalisasi, ketiga adalah kekuatan. Bagaimanakah seorang guru memodelkan suatu tindakan untuk meningkatkan keyakinan akan kemampuan diri pada siswanya? Pertama guru harus selalu mengajak para siswanya untuk melakukan kegiatan. Kedua sebaiknya mendemonstrasikan teknik-teknik yang sangat efektif dalam mengatasi aspek-aspek yang menakutkan.

Di sekolah, pengetahuan dan keterampilan berfikir siswa secara terus menerus diuji dan dievaluasi dan para siwa itu sering dibandingkan satu terhadap yang lain. Siswa yang cerdas akan cepat mengembangkan keyakinan akan kemampuan diri, sedangkan yang kurang cerdas akan mendapat penilaian yang kurang baik. Untuk menghindari hal-hal semacam itu sebagai seorang guru sebaiknya: (1) membuat para siswa terlibat dalam beragam kegiatan, (2) merancang program pembelajaran sesuai dengan keterampilan siswa, (3) menerapkan pendekatan kooperatif bukan kompetitif, (4) menghindari membuat evaluasi untuk membandingkan siswa yang satu terhadap yang lain. Dengan demikian, atas bimbingan dan perhatian guru di sekolah maka secara perlahan rasa percaya diri siswa melalui pergaulan yang positif di sekolah akan membuat siswa kembali percaya diri atas kemampuan yang dimilikinya.

Dari permasalah tersebut, diperlukan beberapa usaha guru yang mampu menumbuhkan rasa kepercayaan diri siswa dalam belajar:1) Pemberian Umpan Balik (Feedback), adalah umpan balik yang diberikan oleh seorang guru ketika siswanya berhasil melakukan suatu tugas atau mampu menyelesaikan suatu permasalahan dalam pembelajaran dengan baik. Bentuknya bisa bermacam-macam dan seringkali sangat sederhana tetapi amat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka. Misalnya ketika peserta didik mampu menyelesaikan pekerjaan, guru memberikan umpan balik berupa pujian. 2) Menyampaikan tujuan pembelajaran yang realistis yang akan dikuasai siswa. 3) Memberikan partisipasi yang sama.

Dengan usaha demikian maka dengan penuh keyakinan akan kemampuan diri ini akan membuat siswa memiliki rasa percaya diri. Apalagi kemampuan diri merupakan rasa percaya diri akan kemampuan diri untuk mengatasi kesulitan agar tetap unggul dalam menghadapi berbagai situasi.

Keyakinan atau kepercayaan diri mengenai kemampuan yang dimiliki membuat seseorang akan menghindari situasi-situasi yang diyakininya akan melampaui kemampuannya dalam mengatasi situasi, serta melibatkan diri dalam situasi-situasi yang diyakini mampu ditanganinya. Biasanya keraguan yang muncul pada diri seseorang untuk mencoba sesuatu atau malah memilih untuk tidak mencobanya. Tetapi bila seseorang mempunyai keyakinan dan kepercayaan diri akan kemampuan yang dimilikinya kuat akan membantu seseorang untuk tabah dalam menghadapi kegagalan dalam berbagai situasi yang penuh tantangan. ***

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *