Menjadi Gubernur, Belajarlah dari Said bin Amir Al-Jumahi

padang-pasir-unta-pemimpinSEKARANG ini sedang marak pemberitaan mengenai siapa yang pantas untuk menjadi gubernur di Jakarta. Dari beberapa partai mengajukan jagoannya. Bahkan, rakyat ikut menyuarakan siapa yang harus mencalonkan. Sebab, di negara kita ini menggunakan sistem demokratis, artinya berdasarakan musyawarah dan mufakat.

Penetapan sang pemimpin di suatu wilayah dalam negara tertentu, juga sudah dilakukan di masa khalifah. Pemilihan gubernur ketika itu, ada yang secara musyawarah ada pula yang ditunjuk. Nah, salah satu geburnur istimewa ada pada zaman kekhalifahan Umar bin Khaththab.

Ketika Umar berdiri sebagai khalifah, ia memutuskan untuk mengangkat Said bin Amir Al-Jumaihi menjadi gubernur di Syam. Mengingat, Said ini dikenal sebagai orang yang bertakwa dan jujur. Sehingga, tak ada keraguan di hati Umar untuk memberikan amanah itu kepadanya.

Hanya saja, Said menolak untuk dijadikan sebagai pemimpin. Ia tak ingin dunia membuatnya buta. Ia tak ingin terjerumus pada fitnah dunia. Said berkata, “Jangan kau jerumuskan aku ke dalam fitnah, wahai Amirul Mukminin. Kalian mengalungkan amanah ini di leherku kemudian kalian tinggal aku.”

Umar lalu berkata kepadanya, “Aku akan mentapkan gaji untukmu.”

Said menjawab, “Apa yang aku lakukan dengan gaji itu wahai Amirul Mukminin? Pemberian dari baitul maal kepadaku melebihi kebutuhanku.”

Demi kepatuhannya dan ketaatannya kepada khalifah, akhirnya Said memutuskan untuk menerima amanah itu. Kemudian, pergilah ia ke Syam dan memimpin di sana. (kutipan lebih lengkap klik www.islampos.com)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *