MERANTI TERTINGGI Penderita TB di Riau

hn-kecil-posterSELATPANJANG– Pada tahun lalu, dari 12 kabuapaten/kota Provinsi Riau, Meranti adalah salah satu kabupaten terbanyak yang menghadapi kasus korban jiwa dari dampak penyakit menular Tuberkolisis (TB), informasi tersebut dihimpun langsung melalui Dinas Kesehatan (Dinskes) Kabupaten Kepuluan Meranti, dari 202 warga Meranti yang terjangkit penyakit menular Tuberkolisis (TB) telah terdapat 14 korban jiwa 2015 lalu.

Hal tersebut diutarakan langsung oleh Dinas Kesehatan (Dinskes) Kabupaten Kepuluan Meranti melalui Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan Lingkungan (PMKL), dr Ria Sari mengungkapkan, memang pada tahun lalu (2015), terdapat 202 orang yang terkena dampak penyakit tersebut, dan 14 orang telah meninggal dunia.

“Dari informasi yang kita baca dari media online nasional, dari 12 Kabupaten kota Provinsi Riau, Kabupaten Kepulauan Meranti yang terbanyak terdapat korban jiwa. Memang jika ditanya terkait penyebab timbulnya korban jiwa akibatkan penyakit menular Tuberkolisis (TB) adalah faktor usia, ada beberapa orang dari 14 orang tersebut memang memiliki usia lanjut, dan ada juga komplikasi penyakit lainnya, selain itu juga ada sebagian pengidap penyakit tersebut, sudah parah baru mau konsultasi ke rumah sakit atau puskesmas,” ungkapnya.

Kemudian tambahnya, sampai sekarang masih banyaknya anggapan dari masyarakat bahwa penyakit TB itu bukan penyakit serius yag bisa menular tetapi penyakit karena di guna-guna. “Kebiasaan 
masyarakat daerah yang kental masih percaya dengan ilmu guna-guna, jadi mereka tidak segera memeriksaankan diri ke puskesmas untuk ditangani lebih lanjut,” tambahnya.

Lanjutnya lagi, penanganan TB itu sendiri mengalami kesulitan dan kendala yang krisis dari pihak pasien. Banyak paien yang tidak mau meneruskan pengobatan, padahal Dinkes Meranti telah memberikan obat secara gratis penuh sampai enam bulan pada semua layanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan rumah sakit yang sudah MoU dengan Dinkes Riau.

“Banyak dari pasien itu yang berhenti di tengah jalan pengobatannya, padahal mereka wajib rutin minum obat sampai enam bulan tidak boleh putus. Kami Dinkes Riau sudah memberikan pengobatan gratis di semua layanan puskesmas dan RS yang sudah MoU dengan kita,” tambahnya.

TB adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman, sebagian besar menyerang paru-paru atau disebut dengan TB paru-paru. Akan tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lain seperti kelenjar, tulang dan otak. Sambungnya, pasien positif TB pada saat ia batuk dan bersin akan menyebarkan kuman di udara dalam bentuk percikan dahak (droplet).

“Penularan TB bisa melalui batuk dan bersin, atau ketika mereka berbicara percikan air ludah ataupun dahak bisa menularkan virusnya kepada orang lain. Apalagi penyebaran mudah terjadi di ruanganyang gelap dan lembab seperti kamar mandi dan ruangan berAC. Bakteri sangat senang berada di toilet, karena sinar matahari langsung dapat membunuh kuman TB yang ada pada percikan dahak tersebut,” tutupnya.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *