Nelayan Muntai ‘Serang’ Pompong Nelayan Pambang

kapal-nelayan-jaring-batu-bengkalisBENGKALIS– Diduga tidak terima wilayah perairannya dimasuki nelayan jaring batu, nelayan rawai desa Muntai Kecamatan Bantan melakukan penyerangan terhadap nelayan Pambang Pesisir dengan menabrak kapal milik nelayan Pambang Pesisir, Senin (7/11) pagi.

Informasi yang dirangkum, kapal pompong Zulkarnain warga Pambang Pesisir melakukan penangkapan ikan diduga menggunakan jaring batu diwilayah perairan Muntai. Namun, saat aktivitas penangkapan ikan dilakukan oleh Zulkarnain bersama dua rekannya, belasan nelayan rawai Muntai tiba-tiba menghampiri.

Mereka membawa senjata tajam dan melakukan pengancaman. Tak hanya itu, satu dari enam pompong menabrak kapal pompong milik Zulkarnain. Akibatnya, kapal nelayan Pambang Pesisir mengalami kerusakan.

Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono SIK ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya korban yang mendapatkan perlakukan penyerangan telah melaporkan perkara tersebut di Polsek Bantan.

“Informasi dari Kapolsek dan Kasat Polair memang ada sedikit insiden antara nelayan dua desa di Kecamatan Bantan itu. Dan besok akan dipertemukan kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi,”ungkap Kapolres.

Seperti diketahui, beberapa tahun lalu sempat terjadi pertikaian di tengah laut antara nelayan Pembang dengan nelayan Tanah Merah Rangsang Barat (sebelum pisah dengan Bengkalis,red). Punca pertikaian tersebut karena nelayan Tanah Merah menggunakan jaring batu ketika menangkap ikan di laut Bantan (Pambang)

Ketika itu jaring batu dianggap tidak ramah lingkungan dan daya tangkapnya cukup banyak sehingga nelayan yang menggunakan jaring biasa atau rawai merasa dirugikan. Pertikaian antar nelayam tersebut berlangsung cukup lama, bahkan untuk menuntaskan persoalan itu Komnas HAM sempat turun ke Bantan dan Tanah Merah. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *