Nimr Baqir al Nimr, Ulama Karismatik Picu Hubungan Arab-Iran

tuan syahKEPUTUSAN Arab Saudi untuk mengeksekusi ulama Syiah berpengaruh bersama dengan 47 orang tahanan lainnya pada 2 Januari 2016 memicu sebuah konflik baru dengan negara kuat Timur Tengah lainnya, Iran. Konflik itu menjadi yang terburuk yang pernah terjadi antara kedua negara dalam dua dekade terakhir.

Bukan tidak mungkin konflik kedua negara akan meningkat dan mempengaruhi beberapa isu internasional lainnya seperti masalah pelaksanaan ibadah Haji, pembicaraan damai di Suriah dan Yaman serta peta kekuatan di Timur Tengah.

Siapakah Nimr al Nimr? Mengapa pengaruhnya begitu besar sehingga eksekusinya menyulut konflik antara kedua negara?

Nimr Baqir al Nimr atau sering dipanggil Sheikh Nimr lahir pada 1959 di Provinsi Timur Arab Saudi, yang merupakan wilayah yang banyak dihuni para penganut Syiah. Dia dikenal sebagai seorang tokoh yang banyak melontarkan kritik terhadap Pemerintah Arab Saudi, terutama karena perlakuan mereka terhadap minoritas Syiah di sana.

Pada 1979, waktu yang sama dengan terjadinya Revolusi Iran, Nimr muda meninggalkan Arab Saudi untuk belajar agama ke Iran. Dia baru kembali ke Tanah Airnya pada 1994, dan langsung menjadi musuh bagi Kerajaan Saudi, terutama karena aksi-aksinya yang menyerukan kebebasan beragama. Dia akhirnya ditangkap pada 2003 karena memimpin doa bersama di desa asalnya di mana dia menjadi imam.(ful)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *