Nyatakan Dirinya Bersalah, Acai Sampaikan Permohonan Maaf

BANTAN (FULLRIAU.COM) — Akibat kejadian yang menghebohkan dan membuat resah umat muslim terkait penemuan lafaz Allah SWT di dalam tempat peribadatan umat Tionghua beberapa waktu lalu yang berlokasi di daerah kucing gila Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis.

Melalui mediasi yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, Surya alias Acai selaku pengelola dan pemilik tempat peribadatan umat Tionghua tersebut melakukan pertemuan tatap muka dalam rangka penyampaian permohonan maaf kepada umat Islam.

Selain Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, kegiatan juga dihadiri Camat Bantan, Pj Kades Bantan Tua, perwakilan Kemenag Kab. Bengkalis, Kabag Kesra Kab Bengkalis, Kepala Kesbangpol, perwakilan Polsek Bantan, tokoh kerukunan beragama, tokoh agama, tokoh masyarakat, masyarakat Desa Bantan tua dan sekitarnya. Kegiatan dilaksanakan bertempat di aula kantor Desa Bantan Tua, Selasa(10/01).

Dalam penjelasan Ketua MUI Kab. Bengkalis Amrizal M.Ag yang terlebih dahulu memberikan keterangan mengatakan bahwa dirinya bersama MUI Kabupaten Bengkalis mengajak setelah saudara surya menyampaikan permohonan maaf atas inisiatif pribadi beliau (surya,red), agar hendaklah dapat memakluminya dan memaafkannya.

“Sebagai umat Islam tentunya perasaan kita terganggu dan merasa tidak nyaman, tapi bukan berarti kita menyikapi persoalan ini secara berlebih-lebihan, kita adalah umat Islam yang rahmatan lil alamin yang menyebar kedamaian dan rahmat yang tidak hanya kepada sesama muslim,” ungkap Amrizal.

Amrizal juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan saudara surya, dirinya yakin dikarnakan ketidaktahuan acai dan karna kepercayaannya.

“Maka itu kami dari MUI menghimbau nantinya setelah permohonan maaf surya alias Acai, kita semua dapat memaafkannya,” ujar Amrizal.

Usai penjelasan MUI dan pihak terkait laiinya, kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan permohonan maaf Acai yang disampaikan melalui surat pernyataan bermatrei 6.000.

Adapun pernyataan yang disampiakan Acai adalah “sehubungan dengan perbuatan saya yakni memasang kalimat Allah dan tasbih ditempat ibadat saya yang berlokasi dijalan lebay wahid kucing gila Kecamatan Bantan. Yang dengan perbuatan saya tersebut membuat sebagian besar umat Islam merasa terganggu dan tidak nyaman karenanya.

“Maka saya menyadari bahwa saya telah melakukan kesalahan. Untuk itu saya menyatakan permohonan maaf yang sedalam – dalamnya kepada seluruh umat Islam atas perbuatan saya tersebut,” jelas acai.

Dan saya berjanji dengan sepenuh hati bahwa saya tidak akan lagi mengulangi perbuatan saya.

Demikianlah pernyataan permohonan maaf ini saya buat sebagi bentuk penyesalan saya atas perbuatan saya yang telah saya lakukan. Semoga Umat Islam berkenan memaafkan saya. Atas perhatian dan kelapangannya saya ucapkan terimakasih,” pungkas Acai.

Setelah pembacaan permohonan maaf tersebut selesai, Acai bersalaman dan menyerahkan surat pernyataan permohonan maafnya dengan seluruh peserta yang hadir.(RI/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *