Panwaslu Terbitkan Surat Rekomendasi Ke KPU

44938_63464_pilkadaPEKANBARU– Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pekanbaru akhirnya mengumumkan hasil sengketa Pilkada Pekanbaru antara Bakal Calon Wakil Walikota Pekanbaru Said Usman Abdullah (SUA) dan KPU Kota Pekanbaru, Selasa (4/10) malam kemarin.

Panwaslu Kota Pekanbaru merekomendasikan KPU Kota Pekanbaru untuk menyatakan SUA memenuhi syarat kesehatan sebagai bakal pasangan calon Wakil Walikota Pekanbaru 2017-2022. Rekomendasi ini tertuang dalam surat Panwaslu Nomor: 01/LP/RI-11/10/2016 tentang penerusan pelanggaran administrasi pemilihan, 2022.
“Dan selanjutnya, KPU juga menarik surat KPU nomor488/KPU PBR/004.435265/IX/2016/2016 tentang pergantian pasangan calon Wali Kota dan Wakil Walikota tertanggal 30 September 2016,” kata Ketua Panwaslu Kota Pekanbaru Indra Khalid Nasution dalam konfrensi pers-nya tersebut.
Sebelum mengeluarkan rekomendasi tersebut, pihak Panwaslu sudah melakukan hasil pemeriksaan dokumen, saksi, kajian dan musyawarah ketua dan anggota pengawas pemilihan kota pekanbaru nomor: 060/RI-11/PM.05.02/10/2016 dari kasus yang dilaporkan oleh bakal pasangan calon Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah (Ide-SUA).
“Dari laporan tersebut, KPU kota Pekanbaru telah menafsirkan sendiri tentang tidak memenuhi syaratnya Said Usman Abdullah dalam pemeriksaan kesehatan tanpa didukung pernyataan pasti dari tim pemeriksa kesehatan,” terangnya.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa yang bersangkutan saat ini benar-benar tidak mampu secara jasmani dan rohani.

“KPU salah dalam menafsirkan, ini bentuk kelalaian tanpa dukungan yang jelas dan kita sebut ini sebagai pelanggaran administrasi. Hasil pleno ini selanjutnya kita serahkan ke KPU Pekanbaru dan wajib melaksanakannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota pekanbaru, Amiruddin Sijaya belum dapat dikonfirmasi, Nomor telepon seluler yang biasa di hubungi tidak aktif selanjutnya kantor KPU terlihat lengang.
Sementara itu Razman Arif Nasution selaku pengacara SUA menyebutkan, pihaknya tetap berpikiran positif tentang gejolak yang terjadi antara SUA dan KPU Pekanbaru, akhir-akhir ini. Dia meminta, KPU Pekanbaru sebagai penyelenggara pesta demokrasi, harus tetap menjalankan tahapan-tahapan sesuai dengan kredibelitas dan aturan main yang berlaku.
“Kelalaian itu kita dapat memaklumi. Kita minta KPU Pekanbaru harus bekerja secara profesional dan jangan ada lagi melakukan manuver,” pintanya.
Bahkan, sampai detik ini, pihaknya tidak pernah sekalipun berpikir untuk melakukan perlawanan kepada KPU Kota Pekanbaru. Sebab, dia tidak ingin proses tahapan Pilkada Pekanbaru 2017 nantinya menjadi terganggu.
“Klien saya (SUA) mengatakan kita tidak usah melaporkan (KPU Pekanbaru) dalam pencemaran nama baik. Meskipun tidak ideal orang sakit di ekpos dulu. Katanya (SUA) kepada saya, tidak usah pak. Beliau ini negarawan sejati, biarlah nanti itu jadi peluru dibelakang,” ucap Razman.
Sebelumnya, kuasa hukum SUA, Razman Arif Nasution, mengancam akan melaporkan dokter dan komisioner KPU Kota Pekanbaru, melalui jalur hukum menyusul keluarnya surat keterangan hasil pemeriksaan kemampuan rohani dan jasmani Nomor: 640/Yanmed/RSUD/360 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad kepada Bakal Calon Wakil Wali Kota Pekanbaru, SUA dan ditembuskan ke KPU Kota Pekanbaru.
Dalam bunyi surat tersebut, hasil uji  kesehatan menyebutkan bahwa calon wakil Wali Kota Pekanbaru, SUA, ditemukan Disabilitas sehingga dinyatakan memiliki faktor resiko yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *