Para Pejabat Dunia ini Mengundurkan Diri karena Terlibat Skandal

67c9a92b-162e-43b4-b3f4-68570031cbb5_169Jakarta – Ada sejumlah pejabat di berbagai belahan dunia yang memilih mengundurkan diri dari jabatannya setelah terlibat dalam suatu skandal. Pilihan untuk mengundurkan diri itu merupakan suatu hal yang mungkin dianggap sebagai suatu tindakan yang sangat ksatria dan berjiwa besar.

Salah satunya adalah Menteri Pertanian Mesir Salah El Din Mahmoud Helal, yang mengundurkan diri pada (8/9/2015) atas keterlibatannya dalam surat lisensi tanah ilegal. Seperti dilansir kantor berita Reuters (8/9), tak lama setelah pengunduran dirinya ia pun lantas ditangkap pihak kepolisan atas tuduhan korupsinya tersebut.

Ada pula Presiden Guatemala Otto Perez Molina yang menyatakan mengundurkan diri dari jabatan pada (4/9/2015). Kejaksaan menuduh Molina menjadi otak skema penggelapan bea cukai bernilai jutaan dolar. Seperti dilansir BBC Indonesia, skandal korupsi ini telah memicu serangkaian protes massal di Guatemala dan seruan besar-besaran dari masyarakat agar Presiden Molina mengundurkan diri.

Hal serupa pun juga pernah terjadi di Inggris. Pada (29/9/2015) seorang menteri kabinet pimpinan PM Inggris David Cameron mengundurkan diri setelah ketahuan mengirim pesan-pesan porno kepada wartawan yang menyamar sebagai aktivis. Brooks Newmark, menteri berusia 56 tahun yang membidangi masyarakat madani, ia pun mengakui bahwa telah melakukan kesalahan.

“Ini semata-mata karena kekhilafan saya … saya telah bertindak bodoh,” kata Newmark, seperti dikutip BBC Indonesia.

Aksi mengundurkan diri juga pernah dilakukan oleh para menteri di negara Taiwan. Menteri kesehatan Taiwan Chiu Wen-ta resmi mengundurkan diri pada Jumat malam (4/10/2014). Langkah ini ia ambil setelah Taiwan dilanda kasus keamanan pangan yang memicu penarikan ratusan ton produk berbahan minyak daur ulang dari pasaran.

Bahkan Chiu adalah menteri ketiga yang mengundurkan diri setelah terlibat dalam skandal. Sebelumnya, Menteri Pendidikan Chiang Wei-ling berhenti dari jabatannya pada Juli karena tersangkut skandal akademik. Setelah itu, Menteri Hubungan Ekonomi Chang Chia-juch mengundurkan diri pasca ledakan gas mematikan dua bulan sebelumnya.

Terakhir pada tahun yang sama, salah satu menteri perempuan di kabinet pemerintahan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe mengundurkan diri. Seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (20/10/2014), menteri perempuan bernama Midori Matsushima yang menjabat sebagai Menteri Kehakiman, mundur dari jabatannya karena terlibat dalam dugaan penyalahgunaan dana politik.

Matsushima merupakan menteri perempuan kedua yang mengundurkan diri di antara lima perempuan yang diangkat Abe sebagai menteri di pemerintahannya. Bahkan pemberitahuan pengunduran dirinya hanya beberapa jam setelah Menteri Perindustrian Yuko Obuchi menyerahkan pengunduran dirinya.

Melihat ke kondisi di Indonesia, saat ini tengah terjadi pergolakan kuat yang meminta agar Setya Novanto mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI. Hal ini terjadi dikarenakan perilaku Novanto yang diduga mencatut nama Presiden dan Wapres untuk meminta saham ke PT Freeport Indonesia. Hal ini dianggap tak pantas dan menjatuhkan citra DPR.

Masalah ini pun masih bergulir di Mahkamah Kehormatan Dewan DPR. Dorongan dari internal maupun eksternal DPR agar Ketua DPR Setya Novanto mundur dari jabatannya terus mengalir deras. Apakah Ketua DPR Setya Novanto mengikuti langkah-langkah para pejabat dunia yang memilih mundur dari jabatannya?
(adit/imk)

(sumber:http://news.detik.com)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *