Pelabuhan UPT Segera Diambilalih Pelindo

berita_103826_800x600_pelabuhan_ketapang_banyuwangiSURABAYA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pelabuhan, yakni PT Pelabuhan Indonesia I sampai IV sebagai operator penuh pelabuhan-pelabuhan Unit Pelaksana Teknis (UPT)  yang selama ini dikelola oleh Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta penyerahan pengelolaan pelabuhan-pelabuhan UPT dari Kemenhub ke Pelindo I sampai IV  segera dituntaskan.

“Kami harapkan Desember masing-masing Pelindo punya dua pelabuhan yang selesai,” kata Menhub di sela-sela peninjauan Terminal Teluk Lamong Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (8/9).

Menhub menjelaskan, selama ini, pengelolaan pelabuhan UPT itu dipegang oleh dua institusi, yakni Pelindo dan Kemenhub. Setelah nanti diambilalih, Kemenhub akan berfokus sebagai regulator, sedangkan Pelindo sebagai operator. Selanjutnya, BUMN pelabuhan yang mengelola dapat mengevaluasi kelebihan dan kekurangannya.   “Ibaratnya kembali ke khittah supaya lebih profesional dan efisien,” jelasnya.

Menurut Menhub, kebijakan tersebut dapat membantu pemerintah pusat dalam penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, pegawai Kemenhub bisa dipindahkan ke pelabuhan perintis lain yang lebih membutuhkan tenaga produktif. “Nah, untuk pelabuhan UPT yang diserahkan kita dapat uang juga dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dengan skema konsesi,” imbuhnya.

Menhub menyebutkan, nantinya Pelindo I bakal mengambil alih dua pelabuhan UPT, Pelindo II dan Pelindo III masing-masing enam pelabuhan, sedangkan Pelindo IV akan memgambil alih empat pelabuhan.

Secara terpisah, Senior Manager Pelayanan Kapal dan Terminal Pelindo III Rumaji mengatakan, di kawasan Indonesia bagian timur terdapat empat pelabuhan UPT di yang disiapkan untuk konsesi tersebut. Keempatnya terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, di antaranya pelabuhan Atapupu, pelabuhan Wini, pelabuhan Reo, dan pelabuhan Labuan Bajo. “Untuk tahap awal, pelabuhan Atapupu dan Wini yang paling siap dan paling memungkinkan,” jelasnya kepada wartawan.

Rumaji menambahkan, pelabuhan eksisting yang sudah siap diserahterimakan yakni, pelabuhan Bima, pelabuhan Badas, dan pelabuhan Ende. Pelindo III juga tegah membuat rencana bisnis bagi pelabuhan-pelabuhan yang sebelumnya dioperasikan menggunakan APBN itu. Saat ini Pelindo III membawahi 43 pelabuhan dan 17 cabang pelabuhan di tujuh provinsi Indonesia. (rpc/net)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *