Pembunuh Cewek Kafe Divonis 10 Tahun Penjara

Pengadilan Negeri Rohil sore kemariUJUNGTANJUNG-Antonius Tanjung alias Anton alias Tanjung (27), yang diduga sebagai pelaku pembunuh Rini (33) pekerja kafe, yang terletak di jalan Lintas Riau-Sumut, Kelurahan Banjar XII Kecamatan Tanah Putih, beberapa bulan lalu di vonis 10 tahun hukuman ini lebih ringan dari tuntutan jaksa 7 tahun.vonis ini terungkap pada sidang putusan di Pengadilan Negeri ( PN ) Rohil, pada Selasa (11/10) sekira pukul 16.30 Wib kemarin.

Sidang tuntutan itu dipimpin oleh Hakim Ketua DR Sutarno SH MH, didampingi dua hakim anggota Crimson SH dan Sapperijanto SH, dengan Panitera Marlinen Gresly SH. Sementara, bertindak selaku JPU, Andreas Tarigan SH, dan terdakwa dihadirkan di persidangan menggunakan baju rompi bertuliskan Tahanan Kajari Rohil, didampingi Penasehat Hukum ( PH ) dari Posbakum Rohil, Purwanita Mardiana SH MH.

Sebelum menjatuhi hukuman terhadap terdakwa, majlis hakim membacakan bermacam pertimbangan. Mulai pertimbangan keterangan saksi-saksi, pertimbangan pemeriksaan terdakwa, dan pertimbangan lainya.

Majlis hakim menilai, dalam pertimbangan memberatkan, bahwa terdakwa Antonius Tanjung alias Anto Tanjung melakukan perbuatan sadis dan kejam dengan membacok korban bagian leher dan pipi kanan dengan sebilah parang sampai berkali kali, sehingga mengakibatkan nyawa orang lain meninggal.

Sedangkan pertimbangan meringankan, majlis hakim menilai, jika terdakwa merasa bersalah, menyesali perbuatannya, berterus terang, tidak berbelit belit dalam persidangan, dan belum pernah dihukum.

Sehingga, majlis hakim berpendapat bahwa terdakwa telah melakukan perbuatannya melakukan tindak pidana pembunuhan kepada korban Rini Boru Simarmata, sesuai dengan dakwaan I dalam pasal 338 KUHP. “Untuk terdakwa kami vonis 10 tahun penjara,” kata Sutarno selaku hakim ketua pada sidang itu.

Usai membacakan putusan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa melalui Penasehat Hukumnya Purnawanita Mardiana SH MH dan JPU Andreas Tarigan SH untuk melakukan upaya hukum. Apakah itu terima, banding, atau pikir terhadap putusan itu.

Terdakwa melalui Penasehat Hukumnya, Purwanita Mardiana SH MH mengatakan, jika mereka pikir-pikir. Demikian pula JPU Andreas Tarigan juga pikir-pikir. “Apabila selama tujuh hari tidak mengajukan apa-apa. Artinya, sidang putusan itu diterima oleh terdakwa,” pungkas Sutarno sambil mengetuk palu tanda ditutupnya sidang.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *