Penemuan Mayat,Polisi Masih Selidiki Kasus Pembunuhan

mayat-kamar-jenazah_20150730_112214BAGANBATU— Pasca ditemukannya sesosok mayat wanita yang bernama SH alias Artha (21) warga Persagangan kabupaten Simalungun, Sumut di kamar nomor 43 hotel Bestari Bagan Batu Barat, kecamatan Bagan Sinembah pada Rabu (21/9) pagi kemarin sejauh ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan.

Berdasarkan pantauan di Mapolsek Bagan Sinembah, Rabu-Kamis (21-22/9) kemarin menyebutkan, bahwa untuk pengungkapan kasus tersebut pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi-saksi.

” Sampai saat ini kita masih terus berusaha untuk mengungkap kasusnya. Dan kita juga sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk kawan korban yang pertama kali menemukan korban, ” jelaa Kapolsek Bagan Sinembah, AKP Eka Ariandy Putra SH Sik kemarin.
Ketika disinggung seputar mencuatnya isyu keterlibatan pacar korban, lebih jauh lagi Kapolsek mengucapkan masih dilakukan penyidikan. ” Kita kemarin memang sudah melakukan pengejaran dan bahkan menangkap pacar korban yang pada malam sebelum kejadian sama-sama menginap dihotel tersebut, ” terangnya kembali.

Dan saat ditanya hasil pemeriksaan, Kapolsek menyebutkan bahwa pacar korban tersebut masih sebatas saksi. ” Sejauh ini yang bersangkutan masih kita periksa sebagai saksi saja. Namun jika nanti ada titik terang dan memang mengarah kedia sebagai pelaku, maka dengan sendirinya juga akan kita ubah statusnya menjadi tersangka,” tegas Eka lagi.

Sementara itu mayat korban yang sempat disemayamkan diruang mayat Puskesmas Bagan Batu akhirnya pada Rabu (21/9) sekitar pukul 22.00 wib kemarin malam dijemput oleh keluarganya untuk selanjutnya dibawa ke kampung halamannya di Perdagangan, Sumut.

Dan seperti yang telah diberitakan dimedia ini kemarin menyebutkan, bahwa penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 wib oleh teman korban yang bernama MH (21) yang sama-sama ikut menginap dihotel tersebut.

Menurut keterangan MH dihadapan petugas kepolisian kemarin, menyebutkan bahwa dirinya bersama dengan korban sudah tiga hari menginap di hotel tersebut.

Namun sejak dua malam terakhir korban sudah menginap dikamar nomor 43 tersebut bersama dengan pacarnya. Mengetahui hal itu kemudian MH pindah ke kamar sebelah, tepatnya dikamar nomor 45.

Namun pada Rabu (21/9) dinihari tepatnya sekitar pukul 01.00 wib korban meminta tolong dengan MH agar dapat mengambilkan ponsel miliknya yang digadaikan disalah satu kios ponsel yang ada di sekitaran Simpang Pujud.

Dan sekembalinya MH mengambil HP korban, dirinya sempat mendengar antara korban dengan pacarnya tengah terlibat dalam pertengkaran. Bahkan sebelumnya korban pernah menceritakan kalau dirinya sempat dipukul oleh pacarnya.

Sekitar pukul 06.00 wib saat MH terbangun melihat pacar korban sudah berada diluar kamar dan siap-siap hendak pergi. Namun saat itu pacar korban sempat berpesan kepada dirinya agar membawa korban berobat ke dokter.

Kabar kematian korban ini sendiri terungkap berkat kecurigaan MH terhadap korban. Karena selama menginap setiap pukul 08.00 wib pagi korban selalu meminta untuk dibelikan sarapan. Dan pagi itu seperti biasanya MH mendatangi kamar korban. Sesampainya didepan kamar korban, MH kembali mencoba memanggil korban.

Namun karena tidak ada jawaban dari dalam kamar, selanjutnya MH nekad masuk dengan membuka pintu kamar korban yang sempat terkunci. Dimana saat MH masuk kedalam kamar diketahui posisi korban seolah tertidur dengan posisi telungkup. Sesaat itu, dirinya juga langsung membangunkan korban dengan cara memegang kaki korban.

Namun saat itu dirinya sangat kaget, karena kaki korban sudah dingin. Mengetahui hal itu kemudian dirinya langsung melaporkan kepada pihak resepsionis hotel. Setelah dilakukan pemeriksaan dan menaruh curiga kalau korban sudah tidak bernyawa, selanjutnya pihak hotel langsung menghubungi pihak kepolisian guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *