Penerimaan CPNS 2021: Tenaga Penyuluh hingga Guru Dialokasikan ke Lembaga hingga Pemda

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 19 November 2020. /ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

FULLRIAU.COM — Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memutuskan perekrutan CPNS 2019 akan jadi rekrutmen terakhir untuk institusinya.

Kemenpan memutuskan untuk menunda dulu rekrutmen PNS baru di lembaganya sampai tahun 2023 setelah seleksi CPNS 2019 selesai digelar.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo memaparkan alasan tidak mengangkat PNS baru untuk Kemenpan RB karena disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Hal itu juga memaksa pemerintah menetapkan model birokrasi 2020-2024 akan mengarah pada transformasi digital serta manajemen aparatur sipil negara akan menetapkan kebiasaan baru.

“Karena dengan sistem kerja di rumah, dengan sistem kerja di kantor, dengan berbagai inovasi, dengan berbagai teknologi informasi yang ada, (Kementerian) ini akan membangun sistem yang lebih terencana dan lebih taktis,” kata Tjahjo dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman ANTARA pada Kamis 19 November 2020.

Meski begitu, pada CPNS 2021 akan tetap digelar dengan memperhatikan kualitas calon ASN.

“Insya Allah (SDM ASN berkualitas) akan kami persiapkan di tahun depan,” ujar Tjahjo Kumolo.

Kemenpan-RB menjanjikan pengadaan tenaga guru, tenaga kesehatan hingga penyuluh untuk dialokasikan ke kementerian dan lembaga.

“Pengadaan tenaga guru 1 juta, 260 tenaga kesehatan, baik dokter, bidan dan perawat. Termasuk tenaga penyuluh itu juga tahun depan akan kami alokasikan untuk rekrutmen jabatan-jabatan yang ada di Kementerian/Lembaga dan Pemda,” tutur Tjahjo.

Berdasarkan pernyataan Kemenpan-RB Tjahjo Kumolo, dapat disimpulkan bahwa seleksi CPNS 2021 tetap diselenggarakan oleh pemerintah.

Tjahjo berharap Kementrian atau Lembaga dan Pemda bisa melihat kebutuhan masing-masing, sebelum mengajukan tambahan ASN.***

Editor: Wadami
Sumber: ANTARA

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *