Pesta Ya’ahowu akan Gemparkan Nias

pestaJAKARTA — September menjadi bulan yang selalu identik dengan kebahagiaan dan inilah yang membuat Pulau Nias membuat sesuatu yang berbeda. Untuk memberikan pengalaman yang berbeda kepada semua wisatawan, kali ini empat kabupaten dan satu kota se-Nias bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata membuat Pesta Ya’ahowu.

Pesta ini akan berlangsung dari tanggal 17-19 September 2016 di Kabupaten Nias Selatan dan Kota Gunung Sitoli. Berbagai atraksi siap disuguhkan untuk Anda, seperti atraksi budaya, lomba selancar internasional di Pulau Tello, Nias Selatan, upacara adat Nias, atraksi budaya lokal Kepulauan Nias, atraksi tari perang, atraksi lompat batu, kuliner dan pameran kerajinan Kepulauan Nias.

Serunya lagi, malam puncak penutupan festival budaya akan dimeriahkan oleh artis nasional dan lokal, serta pelepasan 1.000 lampion ke udara.

Pesta Ya’ahowu memang menjadi salah satu promosi yang dilakukan Kementerian Pariwisata untuk dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Nias. Sehingga diharapkan acara ini akan membantu untuk mewujudkan target tahun ini, yaitu 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Nias memang menjadi daerah yang cocok untuk menjadi lokasi wisata yang menarik. Apalagi, Nias memiliki empat kabupaten dan satu kota, juga ada Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMN) yang tentu ada wakil dari unsur pelaku usaha, akademisi, komunitas dan media atau Penta Helix.

“Kekompakan seluruh unsur dalam Penta Helix ini akan mempercepat pembangunan kepariwisataan Nias dalam mewujudkan pulau impian yang banyak dikunjungi wisatawan,” katanya.

Senada dengan Arief Yahya, Bupati Nias Sokhoiatulo Laoli mengatakan bahwa potensi yang dimiliki Nias sangat besar di pariwisata. Hanya saja infrastrukturnya masih harus dikembangkan lagi.

Rencananya di tahun 2016, Bandara Binaka di Nias akan mengalami perbaikan runway, sehingga di tahun 2017, pesawat-pesawat yang lebih besar seperti Bombardier CJR 1000 berkapasitas 100 penumpang dapat mendarat di sini.

“Perlu sinergitas antara kabupaten/kota se-Nias untuk mengembangkan pariwisata. Kami memiliki banyak sekali potensi, kami akan memilih yang terbaik untuk kemudian diajukan ke Kementerian Pariwisata agar bisa masuk ke program pengembangan pariwisata nasional,” jelas Sokhoiatulo Laoli.

Potensi Nias berupa bentang alam (nature), budaya (culture) dan buatan manusia (manmade) antara lain lokasi surfing kelas dunia, panorama bahari yang menawarkan pantai berpasir putih, serta keunikan atraksi budaya lompat batu di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan.

Namun, menurut Menteri Arief Yahya, potensi ini belum dikembangkan secara maksimal karena jumlah kunjungan wisman dan wisnus ke Nias per tahun masih kurang dari 25.000, dan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB daerah pun masih rendah.

“Apabila landasan pacu di Nias sudah ditambah, kita proyeksikan wisatawan akan meningkat jadi 100 ribu orang atau empat kali lipat pada 2019 mendatang,” kata Arief Yahya. (lec/net)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *