POTONG URAT NADI, IRT TEWAS Diduga Sakit tak Sembuh

5-Foto Rika Yustika ketika dilakukan VisumSELATPANJANG — Rika Yustika (20) binti Yusman yang beralamat Gang Dulhamid Desa Gogok Darussalam tewas dikasur. Diduga bunuh diri dengan cara memotong urat nadi tangan kiri. Dari Informasi yang diterima, Jumat (4/2) bahwa pihak Polsek Tebingtinggi mendapat laporan, Kamis (03/3) sekitar pukul 17:30 WIB di Gang Dulhamid Desa Gogok Darussalam Kecamatan Tebingtinggi Barat telah terjadi peristiwa dugaan bunuh diri dengan cara memotong urat nadi tangan sebelah kiri.

Adapun saksi atas dugaan bunuh diri yang dilakukan korban Kamis sore di Gang Dulhamid yakni Yusman Bin Apandi (54) yang merupakan orang tua korban dan Mahnudin Bin afandi (49) yang merupakan adik Ayah Korban.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat Ipda Asril SSos menceritakan Jumat (4/3), ayah korban Yusman pada saya, sore itu keluar rumah untuk mengendong (mengasuh) anak korban bersama adiknya yang bernama Mahnudin. Kurang lebih 30 menit ayah korban mengendong anak korban, ayah korban langsung masuk ke rumah dan ingin memberikan anak korban kepada korban. Namun setelah dilihat oleh ayah korban, Rika sudah bersimbah darah diruang depan (ruang tamu),” ungkap Asril, cerita orang tua korban kepadanya.

Setelah dilihat ayah korban lanjut Asril, dibagian kasur, bantal dan pakaian korban sudah bersimbah darah yang mana darah berasal dari tangan korban terluka itu.”Ketika saya berada di tempat terjadinya perkara (TKP) dibagian tangan korban sebelah kiri ada goresan benda tajam yang melukai tangan korban sampai keluar darah. Lebih dari satu goresan yang ada di tangan korban serta korban pada saat ayahnya melihat sudah tak bernyawa diperkirakan banyaknya darah yang keluar dari tangan korban,” sebutnya.

Asril juga menerangkan, pada saat tim Polsek turun ke TKP korban yang mulanya bersimbah darah sudah bersih semua dikarenakan pihak keluarga korban sudah membersihkan terlebih dahulu.”Kami sampai sana, korban sudah bersih semua dari darah. Baik itu darah di kasur maupun darah dibantal sudah dikeluarkan oleh orang tua korban, namun pada saat kejadian korban mengunakan celana pendek serta mengunakan kain (berkemban) untuk menutupi tubuh korban mungkin saja korban pada saat itu lagi panas,” jelas Asril.

Berdasarkan pengakuan ayah korban kepada pihak Polsek Tebingtinggi Barat, bahwa korban Rika Yustika mengidap penyakit paru-paru dan korban pernah mengatakan bahwa korban sudah tidak tahan lagi dengan sakit yang dideritanya yang sudah bertahun-tahun itu.

” Kita memangil pihak Pukesmas Alai yang didatangkan oleh dokter  untuk melakukan visum di rumah korban, namun sampai saat ini belum ada laporan hasil visum yang dilakukan oleh pihak Pukesmas tersebut,” tutup Asril. Korban mengalami sakit paru-paru sudah sekian lama dari tahun 2014. ”Saat ini kami bersama keluarga korban sudah mengkebumikan almarhum Rika Yustika di Pemakaman Umum Desa Gogok,” ujar Kepala Desa Gogok, Sugianto. (*/FR)

 

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *