Proses Pembelajaran Siswa Dalam Aktivitas Belajar di Kelas

Norlizawati, S.Pd, SD, Guru SDN 1 Bandar Laksamana

Oleh : Norlizawati, S.Pd, SD, Guru SDN 1 Bandar Laksamana

AKTIVITAS siswa dalam belajar merupakan unsur yang sangat penting dalam menentukan efektif tidaknya mengajar sehingga dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Proses pembelajaran dikatakan efektif apabila siswa secara aktif ikut terlibat langsung dalam pengorganisasian dan penemuan informasi (pengetahuan) sehingga mereka tidak hanya menerima secara pasif pengetahuan yang diberikan oleh guru.

Dalam arti, seorang siswa tidak hanya mendengar dan mencatat seperti yang sering dijumpai disekolah-sekolah tradisional tapi siswa juga dituntut untuk melakukan bermacam aktivitas kegiatan siswa. Dalam proses pembelajaran tersebut, siswa juga dituntut aktif karena pada prinsipnya belajar adalah suatu pembelajaran.

Sebagai suatu proses pembelajaran maka hasil belajar siswa juga sangat ditentukan bagaimana aktivitas dalam mengikuti proses pembelajaran siswa tersebut, terutama aktivitas siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar yang diberikan oleh seorang guru di kelas.

Oleh sebab itu, siswa juga harus aktif dalam mengikuti proses belajar melakukan sesuatu untuk mengubah tingkah laku dari yang tidak bisa menjadi bisa atau dari yang belum mengerti menjadi lebih mengerti sebagai aktivitas dalam proses pembelajaran.

Dalam proses aktivitas belajar ada beberapa yang harus dilakukan. Antara lain: a) Visual activities, yang termasuk didalamnnya misalnya: membaca, memperhatikan gambar demontrasi, percobaan, pekerjaan orang lain; b) Oral activities, seperti: menanyakan, meneruskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi; c) Listening activities, sebagai contoh: mendengarkan, uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato; d) Writing activities, seperti; menulis cerita, karangan, laporan, angket, menyalin; e) Drawing activities, misalnya: menggambar, menggambar grafik, peta diagram; f) Motor activities, yang termasuk di dalamnya: melakukan percobaan, melakukan konstruksi, mereparasi model, bermain, berkebun, berternak; g) Mental activities, misalnya: menggali, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan; h) Emotional activities, misalnya: menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, dan gugup.

Makanya, tidak salah kalau aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental. Dalam proses pembelajaran kedua aktivitas tersebut harus selalu terkait. Seorang siswa akan berfikir selama ia berbuat, tanpa berbuat maka siswa tidak berfikir. Oleh karena itu agar siswa aktif berfikir maka harus diberikan untuk berbuat. Dengan demikian aktivitas belajar siswa adalah serangkaian kegiatan siswa baik fisik maupun mental yang saling berkaitan selama proses pembelajaran sehingga tercipta belajar yang optimal.

Ada lagi, enam macam dimensi interaksi dalam aktivitas pembelajaran yaitu interaksi siswa dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan materi pelajaran, guru dengan guru, guru dengan materi pelajaran, dan interaksi antara materi pelajaran dengan materi pelajaran yang lain. Aspek penilaian dalam aktivitas pembelajaran meliputi kerjasama siswa dalam kelompok, antusiasme/partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, antusiasme siswa dalam bertanya, presentasi hasil diskusi kelompok, dan antusiasme siswa dalam menjawab pertanyaan.

Sedangkan secara teori aktivitas dinyatakan bahwa ketika individu melibatkan dan saling berhubungan dengan lingkungan mereka, sehingga menimbulkan suatu alat. Alat ini ada pada masing-masing individu dalam bentuk proses mental. Proses mental ini diwujudkan dalam bentuk sikap yang akan digunakan, sehingga mereka menjadi lebih siap untuk berinteraksi dengan orang lain baik menerima maupun memberikan respon ke orang lain.

Dengan demikian, aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara jasmani atau rohani. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar. Aktivitas siswa merupakan kegiatan atau perilaku yang terjadi selama proses pembelajaran. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang mengarah pada proses belajar seperti bertanya, mengajukan pendapat, mengerjakan tugas-tugas, menjawab pertanyaan guru, bisa bekerja sama dengan siswa lain, dan tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Aktifnya siswa selama proses pembelajaran merupakan salah satu indikator adanya keinginan atau motivasi siswa untuk belajar. Siswa dikatakan memiliki keaktifan apabila ditemukan ciri-ciri perilaku seperti: sering bertanya kepada guru atau siswa lain, mau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, mampu menjawab pertanyaan, senang diberi tugas belajar, dan lain sebagainya. Semua ciri perilaku tersebut pada dasarnya dapat ditinjau dari dua segi yaitu segi proses dan dari segi hasil.

Hal yang paling mendasar yang dituntut dalam proses pembelajaran adalah keaktifan siswa. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru dengan siswa ataupun dengan siswa itu sendiri. Hal ini akan mengakibatkan suasana kelas menjadi segar dan kondusif, di mana masing-masing siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin. Aktivitas yang timbul dari siswa akan mengakibatkan pula terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi.

Sehingga aktivitas belajar merupakan segala tingkah laku siswa pada saat mengikuti kegiatan belajar mengajar baik yang bersifat fisik maupun mental. Aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting dalam interaksi belajar. Tanpa adanya aktivitas, proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung dengan baik, karena pada prinsipnya belajar adalah berbuat, dan setiap orang yang belajar harus aktif. Jadi, aktivitas juga berperan dalam menentukan keberhasilan belajar mengajar.

Dengan demikian, aktivitas dalam pembelajaran dapat juga diartikan sebagai segala bentuk kegiatan siswa dalam mengikuti pelajaran. Aktivitas dalam pembelajaran memiliki lima dimensi yaitu interaksi siswa terhadap materi pelajaran yang diajarkan, interaksi siswa dengan siswa yang lain, interaksi siswa dengan guru, interaksi siswa dalam kelompok, dan interaksi siswa antar kelompok.

Apalagi belajar bukanlah semacam aktivitas yang spesifik tetapi lebih pada suatu komponen aktivitas. Aktivitas pembelajaran digunakan untuk menguraikan suatu aktivitas di mana aspek belajar menjadi pusatnya. Belajar adalah mengumpulkan pengalaman dari aktivitas, atau lebih tepatnya menggunakan sumber daya untuk berpikir dan melaksanakan suatu usaha. Pengetahuan yang diperoleh ini akan digunakan untuk menghadapi situasi yang baru. Aktivitas dalam pembelajaran adalah aktivitas yang ditemukan untuk membawa pengalaman baru kepada pebelajar.

Oleh sebab itu, proses dari aktivitas pembelajaran harus juga menjadi fokus perhatian dalam ikut menentukan pencapaian dari tujuan pendidikan di sekolah. Asumsinya adalah semakin baik, inovasi dan ramah dalam proses aktivitas belajar mengajar oleh seorang guru maka siswa akan semakin baik dalam menerima pelajaran yang diberikan di kelas. Hasil akhirnya adalah siswa pun akan semakin bisa meningkatkan prestasi belajarnya. ***

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *