Proyek APBD Riau di Kampung Tualang Dinikmati Masyarakat

12-ft Pembangunan semenisasi di Kampung Tualang yang didanai dengan budget APBD Riau 2015. Tidak banyak Pemerintah Desa yang memanfaatkanSIAK– Pemerintah Kampung Tualang, Kecamatan Tualang Kabupaten Siak mampu memanfaatkan penggunaan anggaran dari APBD Riau 2015 untuk pembangunan desa secara maksimal. Buktinya, 80 persen diantaranya bisa digunakan sebagaimana mestinya dan ini merupakan prestasi dan sebagai bukti lain kalau kepemimpinan Kepala Kampungnya yang saat ini kembali dijabat Jufrianto S Sos MP tidak diragukan.

” Dana Bantuan Provinsi sebesar Rp 500 juta sudah masuk dalam APBD Kampung. Jadi meski kucuran dana masuk kas APBD Kampung turun jelang akhir tahun, karena pelaksanaan sudah dimulai. Setelah dana turun menyesuaikan pekerjaan dan membuat SPJ sesuai dengan aturan berlaku,”tutur Penghulu Tualang, Jufrianto disela- sela infeksi mendadak (sidak) realisasi proyek bantuan provinsi bersama Kepala UPTD Tarcip Kecamatan Tualang Novriadi.

Juprianto mengatakan pemerintah Kampung Tualang sangat bersyukur dengan turunya anggaran bantuan provinsi bernilai setengah milliar tersebut. Dengan demikian pembangunan infrastrukture baik fisik maupun non fisik sebagaimana dianggarkan dalam APBD Kampung bisa dimaksimalkan.

” Untuk dana provinsi kita gunakan untuk pembangunan semenisasi jalan akses kepemukiman penduduk dan, juga pembangunan fasilitas penunjang pekuburan masyarakat,”beber Penghulu Kampung menjabat ke dua priode ini.

Lebih jauh, Juprianto menegaskan pelaksanaan kegiatan APBD Kampung Tualang harus sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dan aturan berlaku. Ia memastikan, realisasi anggaran APBD Kampung Tualang tidak ada yang fiktif. “Makanya hari ini kita bersama UPTD melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan ADD di pemukiman masyarakat, guna memastikan berjalan sesuai aturan,” ujarnya..

Selain bantuan provinsi Rp 500 juta, APBD Kampung Tualang didukung dana milliaran rupiah baik dari ADD dari APBD Siak, ada juga dari APBD termasuk PNPM mandiri. Sementara itu, Kepala UPTD Tarcip Kecamatan Tualang Novriadi mengatakan menggunakan APBD Kampung perlu kreatifitas dan inovasi. Dalam hal ini kebijakan dari seorang penghulu sangat dibutuhkan, agar penggunaan anggaran yang sudah ada, berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.

” Untuk bantuan provinsi misalnya, meski dicairkan akhir desember tetapi, karena sudah menjadi disyahkan melalui APBD Kampung, tetap bisa dimaksimalkan penggunaan, tetapi tetap mengacu kepada aturan berlaku. Informasi dari provinsi di deadline hingga januari 2016,”jelas Novriadi.Pemimpin Kepala desa lain kurang berani untuk berinovasi dan berkreatif sehingga kesempatan yang ada dilewatkan.”Kita berikan penghargaan kepada para kepala desa yang memiliki keberanian, inovasi dan kreatif ini ,” sebutnya (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *