Rel Kereta Api Trans Sumatera, Pemprov Belum Terima Jawaban KASAU


PEKANBARU
– Pembangunan rel kereta api ruas jalur Dumai-Pekanbaru yang merupakan bagian dari kereta api Trans Sumatera hingga saat ini masih di temukan beragam kendala. Salah satunya belum didapatkan persetujuan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) Dumai.
Untuk diketahui, proyek pembangunan rel kereta api Trans sumatera lintasannya dibangun dari Provinsi Sumatera Utara, Riau, Jambi Hingga Sumatera Selatan. Untuk di Riau dimulai dari Kota Dumai, Duri, Pekanbaru dan Kuansing.
Sementara untuk untuk perlintasan yang akan di bangun di Kota Dumai masih terkendala pembebasan lahan yang melintasi sistim radar milik TNI AU di Dumai, dengan panjang sekitar 800 meter. Hingga saat ini pembebasan lahannya belum dapat persetujuan dari pihak TNI AU di Dumai.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengakui sebelumnya, pihaknya dapat sinyal baik dari pihak KASAU Dumai, bahwa solusi untuk pembangunan jalur rel kereta api yang akan melintas menara radar pemantau milik TNI AU itu didesain ulang. Janjinya akhir Januari ini Pemprov Riau dapat jawabannya.
“Sampai sekrang belum ada. Kami juga masih menunggu. Semuanya sedang berproses,” ujar  Selasa (31/1) kemarin.
Tahap awal rencana pembangunan lajur ini sudah digelontorkan sebesar Rp302 miliar, untuk pembebasan lahan dan pembanguan fisik. Namun sempat terkendala karena jalur itu akan melintas pada menara radar milik TNI AU di Dumai.
Sebelumnya, Asisten I Setdaprov Riau, Ahmadsyah Harrofie mengatakan akhir Januari ini keputusan itu diterima dari KASAU Dumai. Sebab ‎mereka sudah menyatakan setuju, tapi solusinya rel kereta api di bangun dan radar tidak terganggu.
“Solusinya master plan rel kereta api di lokasi itu akan di desain ulang. Jalurnya bisa dibelokkan ke samping atau jalur bawah tanah,” katanya.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *