Said Mustafa: Ingin Maju, Kita Harus Peduli

said sekdaPOSISI Dumai berada di kawasan strategis yakni alur padat perdagangan dunia dan diuntungkan secara geopolitik dan ekonomi mem buat kampung nelayan. Dulunya tak dipandang, kini Dumai menjadi ‘kepalanya naga’ kemajuan ekonomi Provinsi Riau, Pulau Sumatera dan Indonesia.

Bagi Sekretaris Daerah Kota Dumai, H Said Mustafa memaknai sempena mengisi usia ke 17 tahun Kota Dumai. Dimana setiap tanggal 27 April dirayakan maka diperlukan semua masyarakat adalah rasa peduli terhadap kota ini.

”Tanpa rasa peduli, maka apapun segi pembangunan yang kita 
lakukan akan menjadi hambar. Untuk itu, menumbuhkan rasa peduli terhadap semua aspek kehidupan sehingga kota makmur dan madani yang dicita-citakan dapat kita wujudkan bersama-sama,” ungkap pria kelahiran Pekanbaru pada 16 Juni 1966.

Apalagi dengan posisi Dumai sebagai pintu masuk kawasan Asia. 
Paling tidak, penerapan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) maka Dumai akan merasakan efeknya. Sehingga kata suami Syarifah Rafidah SE ini membangun masyarakat berpendidikan, terampil dan melek terhadap teknologi mau tidak mau harus menjadi kesadaran bersama secara sinergi dengan pemerintah mengembang dan menerapkannya.

”Sebab, tidak ada lagi kata terlambat maka semuanya harus ber
gerak untuk memberdayakan masyarakat. Tidak hanya berada diperkotaan tapi juga diperkampungan. Kemudian, tidak hanya dibangku sekolah tapi juga diluar itu. Jadi, semuanya harus gila dengan kemajuan,” ajak pejabat sarat pengalaman jebolan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) tahun 1989 dan S1 Jurusan Keuangan pada Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta tahun 1994, serta peraih gelar MSi dari Universitas Riau tahun 2005 dan gelar Doktor dari Universitas Trisakti 2016.

Alasan, ayah dari Said Muhammad Aqil, Said Muhammad Zakir, dan Said Muhammad Basyir masyarakat harus gila dengan kemajuan adalah untuk mempersiapkan diri dengan kemajuan-kemajuan yang bakal terjadi untuk sepuluh tahun kedepan. Lihatlah, kemajuan Dumai sekarang, bila dibandingkan dengan 10 tahun lalu.

”Kalau sepuluh tahun lalu, Kawasan Industri Lubuk Gaung, Kecama
tan Sungai Sembilan masih sepi-sepi saja. Tapi lihatlah sekarang 
bagaimana geliat ekonominya dan kemajuan aspek lainnya. Lalu, 
kita tidak siap maka alamatlah kita tertinggal,” sebutnya.

Disamping itu kata Said, kemajuan dalam bidang religius keagamaan juga harus diseimbangkan sehingga aspek pembangunan dapat berja
lan harmonis. Untuk itu, menanamkan nilai-nilai keagamaan diusia 
dini menjadi hal utama. Guna membentengi dari aspek-aspek pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh pembangunan. ”Artinya, pembangunan Kota Dumai maju maka penanaman nilai-nilai keagamaan pada masyarakat juga terus ditingkatkan,” tegasnya.

Oleh sebab itu, diusia 17 tahun Kota Dumai maka masyarakat Kota Dumai juga harus siap dengan semua kemajuannya. Belum lagi, 
terealisasi jalan tol dan real kereta api lintas Sumatera maka semuanya akan berubah.

“Untuk itu, kita semua harus peduli dengan kota ini dan kita juga harus gila dengan kemajuan dengan terus menanamkan nilai-nilai 
relegius keagaman sejak dini kepada anak-anak kita,” harapannya 
diusia 17 tahun Kota Dumai. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *