Sekilas Penggunaan Dupa dalam Budaya Tionghoa

DUPA atau Hio berbentuk batang merah yang menghasilkan aroma saat dibakar menjadi barang yang banyak dijual menjelang Tahun Baru Imlek. Hio sendiri digunakan sehari-hari untuk ritual persembahyangan penganut ajaran-ajaran yang dianut banyak keturunan Tionghoa.

Hio memiliki arti harum karena mengeluarkan wangi yang khas ketika dibakar. Hio yang umumnya berbentuk batang dan berwarna merah memiliki fungsi untuk menenangkan dan mengukur waktu. Ada juga kepercayaan bahwa membakar hio akan mengusi hawa negatif.

Tengok Pembuatan Hio di Medan

Seperti yang dirangkum sebagaimana dikutip dari Okezone dari beberapa sumber, dupa digunakan untuk bersembahyang kepada Tuhan atau permohonan pertolongan kepada sang Dewa dengan segera. Jumlah hio yang dipakai juga memiliki aturan khusus.

Penggunaan satu batang misalnya dapat digunakan untuk memusatkan pikiran di segala upacara sembahyang. Hio tiga batang digunakan untuk bersembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa atau Nabi atau Para Suci.

Di Indonesia, Medan menjadi salah satu produsen Hio terbesar yang biasa dipasarkan ke sejumlah daerah di antaranya Palembang dan Kepulauan Riau. Hio dijual dengan harga Rp18.000-Rp200.000 tergantung ukuran.
(fid/okz)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *