Selama Operasi Patuh Terjadi 940 Pelanggaran

lalulintasDUMAI  – Operasi patuh usai, Ahad (29/5) lalu dan selama operasi telah terjadi 940 pelanggaran lalu lintas terdiri 797 penilangan dan 143 teguran. Angka tersebut menunjukkan tingkat kesadaran lalu lintas di Kota Dumai masih cukup minim.

Apalagi dilihat dari jenis pekerjaan atau status pelanggar paling banyak dari kalangan pekerja swasta dengan anggka 434, disusul pelajar dan mahasiswa dengan angka 193 pelanggar. Ironisnya ada juga yang melanggar dari kalangan PNS angkanya juga cukup tinggi sekitar 107 pelanggar, kemudian supir atau pengemudi ada 27 pelanggaran. Parahnya lagi, ada sekitar 12 anggota kepolisian yang juga turut menjadi pelaku pelanggaran lalu lintas, angka ada sekitar 12 orang.

”Ini menunjukkan bahwa masih banyak kalangan yang belum tertib lalu lintas, kita lakukan penilangan atau teguran tidak hanya bagi masyarakat, namun PNS maupun polisi sekalipun tetap ditindak sesuai dengan aturan,” terang Kasatlantas Polres Dumai, AKP Emil Eka Putra.

Pelaksanaan Operasi Patuh 2016 di Kota Dumai, dari data yang dirangkum di Satlantas Polres Dumai, ada sekitar 940 pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara baik roda dua maupun roda empat. Ironisnyanya dari beberapa pelanggaran lalu lintas tersebut juga dilakukan aparat pemerintah maupun kepolisian sendiri.

Pria yang akrab disapa emil ini mengatakan jika dilihat jenis pelanggaran yang terbanyak ada pengendara yang tidak menggunakan helm. Selama operasi pelanggar tidak menggunakan helm sebanyak 464 pelanggar, kemudian kelengkapan sebanyak 232 dan tidak menggunakan safety belt untuk pengendara roda empat sebanyak 31.

”Memang paling banyak adalah pengendara sepada motor yang melakukan pelanggaran yakni sebanyak 746 sepada motor, mobil penumpang sebanyak 36 mobil, mobil barang ada 14 mobil dan kendaraan khusus ada satu kendaaan,” tambahnya.

Selain itu, jika dilihat dari segi umur, pelanggar lalu lintas didomisinasi usia muda, mulia dari 16-20 tahun sekitar 299 orang, umur 21-25 sekitar 168 orang dan20-30 sebanyak 163 orang. ”Semuanya masih berusia muda, ini cukup menjadi perhatian seharusnya anak-anak muda, mereka lah yang menjadi pelopor keselamatan lalu lintas,” sebutnya.

Kendati, operasi patuh sudah berakhir, Emil mengatakan pihaknya tetap akan melaksanakan operasi rutin setiap hari melakukan tindakakan untuk menertibkan pengendara yang tidak taat aturan. ”Jangan pikir setalah operasi, polisi tidak bertindak, kami tetap lakukan operasi rutin menertibkan pengendara yang tidak taat,” tutupnya. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *