Seminar Pemberdayaan Kelembagaan Usaha Tanaman Buah Dinas Pertanian dan Perternakan Riau

jerukPEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau terlihat selalu optimis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di sektor pertanian.

Seminar Pertemuan Pemberdayaan Kelembagaan Usaha Tanaman Buah-buahan di Pekan baru. Seminar yang berlangsung selama 3 hari di FaveHotel, Jl.Sudirman Pekanbaru, dihadiri oleh petani-petani teladan utusan dari Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau, drh. Askardiya R. Patrianov, MP didampingi Ir. H.Dasrul K, Kabid.Hortikultura Distannak Prov Riau mengatakan bahwa upaya pemerintah untuk meningkatkan pembangunan Indonesia, khususnya di Sektor Pertanian di Provinsi Riau salah satunya adalah dengan cara meningkatkan kualitas dan kuantitas dari Sumber Daya Manusia Pertanian kita.

Petani-petani di bekali ilmu guna menunjang aktifitas pertanian di daerah. Walaupun setiap Kabupaten/ Kota memiliki tim penyuluh yang terbukti handal ditengah lapangan, Namun masih perlu diadakan pelatihan dan seminar tambahan di Tingkat Provinsi supaya ilmu-ilmu yang selama ini semakin maju dan berkembang dapat di transferkan kepada petani di daerah-daerah.

Ir. Dewi Murni selaku Koordinator kegiatan memaparkan bahwa tantangan disektor Pertanian saat ini semakin besar. Agar sektor pertanian di Provinsi Riau selalu berkembang baik, maka perlu diadakan sebuah upaya pendidikan yang diberikan kepada petani-petani. Dengan diberlakukannya MEA, maka petani kita harus mampu mengimbangi masuknya produk-produk pertanian dari luar negeri. Petani kita harus mampu bersaing baik kualitas maupun kuantitas hasil produksi pertaniannya. Maka dari itu diselenggarakan seminar Pertemuan Penguatan Kelembagaan Tanaman Buah-buahn Se Provinsi Riau di Pekanbaru.

Salah satu nara sumber yang turut mengisi materi Seminar tersebut, Harry Indrawan, SP, MM mengatakan seyogyanya pertanian di Provinsi Riau ini akan bisa lebih maju dengan pertanian yang ada dipulau jawa sana. Petani kita didaerah harus dikuatkan sistem pengelolaan pertaniannya. Jika dibandingkan dengan kualitas produksi, hasil kebun dari Petani Riau jauh lebih bagus dari pada produksi didaerah lain. Kendala nya adalah bahwa petani kita masih belum terlalu terampil dalam menjalankan fungsi manajemen secara mandiri.

Lebih lanjut, Praktisi Pertanian lulusan Institut Pertanian Bogor ini menyampaikan bahwa sejauh ini petani kita dilapangaan masih kesulitan dalam aspek pemasaran. Sehingga sebaiknya Dinas Pertanian didaerah masing-masing mampu memfasilitasi permasalahan tersebut dengan mengarahkan pembentukan asosiasi pertanian. Dengan adanya asosiasi, petani bisa difasilitasi dalam penanganan produksi dan pasca panen. Pemerintah harus merangkul asosiasi ini dan membimbingnya untuk mewujudkan Kejayaan Pertanian Indonesia. (rls/*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *