SERIUS TANGGAPI KARLAHUT Sebanyak 155 Kanal Bloking Dibangun

kanalDUMAI  – Mengatasi Karlahut Polres Dumai benar-benar berupaya maksimal untuk mengatasi permasalahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Dumai bersama tim gabungan TNI, BPBD Dumai, Masyarakat Peduli Api mereka berusaha agar tidak lagi terjadi Karhutla dengan cara membangun kanal bloking.

Tercatat hingga awal April ini sudah 155 kanal bloking yang dibangun untuk mengantisipaasi karhutla. 155 Unit Kanal Blocking tersebut tersebar kebeberapa wilayah, 34 Unit diwilayah hukum Polsek Dumai Timur, 22 Unit diwilayah hukum Polsek Dumai Barat, 27 Unit diwilayah hukum Polsek Bukit Kapur, 31 Unit diwilayah hukum Polsek Sungai Sembilan, dan 31 Unit diwilayah hukum Polsek Medang Kampai.

“Bloking Kanal yang di bangun bertujuan untuk mempermudah tim pemadamn mendapatkan air jika terjadi Karlhutla di sekitar wilayah hukum Polres Dumai khususnya Polsek Jajaran, karena diketahui lahan yang terbakar adalah lahan gambung sehinggga harus ada skat kanal agar lahan gambut ini tidak kering,” terang Kapolres Dumai, AKBP Suwoyo, Ahad(3/4) kemarin. Ia mengatakan pembangunan Blocking Kanal akan terus dilakukan sebanyak-banyak agar memang bisa mengantipasi karhuta. Selain itu, pria berpangkat melati dua ini juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di Kota Dumai khususnya di wilayah hukum Polres Dumai untuk tidak membuka lahan dengan membakar.”Karena jika kedapatan membuka lahan dengan cara membakar akan kita tindak tegas,”tuturnya.

Kendati sudah dibuat kanal bloking cukup banyak kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai masih terjadi. Salah satunya di Jalan Suka Damai Jalan Parit 4 RT 07 Kelurahan Bangsa Aceh Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai. Diperkirakan ada sekitar 72 hektar lahan masyarakat yang terbakar. Saat ini tim masih berjibaku untuk memadamkan lahan yang terbakar. Kebakaran lahan tersebut diketahui, terjadi pada Jumat (1/4) sekitar pukul 20.30 WIB kemarin.

Mendapati kabar terjadinya kebakaran lahan tim lansung bergerak, namun api cepat bergerak membakar lahan, sehingga pemadaman dilanjutkan keseokan harinya. Kurangnya alat pemadam seperti mesin dan sulitnya akses jalan menuju ke TKP tidak bisa dilewat roda empat dan roda dua juga menjadi hambatan pemadaman. Bahkan tim harus berjalan kaki beberapa kilo meter untuk menuju lokasi.

Hingga kemarin, tim masih berusaha maksimal untuk memadamkan lahan yang terbakar, pasanya cuaca panas dan angin kencang membuat api cepat menjalar, memang sebagian sudah berhasil dipadamkan. ”Ini masih dalam lidik, apa penyebab terjadinya kebakaran, kami juga sudah berkoordinasi dengan pemilik lahan,” tambah Kabag ops Polres Dumai, Kompol Wawan. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *