Setahun, 400 Pasangan Suami Isteri Bercerai di Siak

SIAK2SIAK– Pasangan suami isteri baru menikah dan pasangan nikah dini yang paling banyak mengalami perceraian. Permasalahan pemicu perceraian tersebut  sebagian besar diakibatkan kurang kesiapan mental pasangan suami istri memasuki pase berumah tangga.

Dikabupaten Siak termasuk daerah yang masyarakatnya banyak terjadi perceraian. Rata-rata dalam satu tahun itu tercatat sebanyak kurang lebih 400 pasang suami isteri diketuk palu kasus keluarganya dengan perceraian oleh hakim di pengadilan agama.

Demikian disampaikan Kasibimas Islam Kemenag Kabupaten Siak, H Ahmad Muhaimin SAG menjawab wartawan media ini saat dimintai keterangannya disela-sela pelaksanaan Kursus Calon Pengantin (Suscatin) yang berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tualang pada Kamis kemarin.

Ditambahkannya, akibat tingginya angka perceraian inilah maka pihak Kemenag RI Kabupaten Siak memprogramkan pelaksanaan Suscatin. Penuh harapan dengan ada Suscatin ini akan bisa menekan angka perceraian, karena mental para catin (calon pengantin) telah dipersiapkan saat mengikuti Suscatin.

Menyinggung pasangan suami isteri yang paling banyak bercerai adalah pasangan yang baru menikah. Permasalahannya sebagian besar akibat kesiapan mental mereka dalam memasuki fase berumah tangga.

“Kalau masalah perekonomian tidak terlalu menjolok karena rata-rata pasangan yang bercerai memiliki tulang punggung ekonomi yang tidak bermasalah. Demikian juga dengan pendidikan, karena sebagian besar pendidikan pasangan yang bercerai itu sudah bersekolah tinggi,” ungkapnya.

Dikesempatan tersebut H Ahmad Muhaimin juga memberikan informai untuk kasus pernikahan dalam setahun di Kabupaten Siak diperkirakan sebanyak 2000 pasang. “Untuk tahun 2016 ini saja diperkirakan angka pernikahan di Kabupaten Siak sebanyak 1800-an pasangan suami isteri,” ungkapnya. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *