Sikat Gigi Sambil Jongkok di Tepi Sungai, Disergap Buaya, Miswar Berani Melawan

FULLRIAU.COM, KUANTAN SINGINGI – Maswir, 62, warga Desa Sikakak Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuansing, Riau, disergap buaya berukuran sekitar 3 meter di Sungai Kuantan, Selasa (25/6) subuh.

Kejadian tersebut berawal saat Maswir hendak mandi sekitar pukul 05.00 WIB subuh. Sebelum mandi, Maswir terlebih dahulu menyikat giginya sambil posisi jongkok. Tidak beberapa lama, Maswir dikejutkan serangan buaya yang menerkam bagian pahanya.

Dalam keadaan panik, Maswir sempat memukul-mukul bagian kepala buaya dengan menggunakan tangan kosong. Tanpa diketahui, tiba-tiba buaya tersebut melepaskan gigitanya sambil kembali menyelam ke dasar Sungai Kuantan.

Maswir lalu berlari ke rumahnya sambil memberitahu kemasyarakat lain tentang kejadian tersebut. Darah mengucur deras dari luka di bagian paha dan betisnya. Oleh masyarakat, Maswir lalu dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Seorang warga Sikakak bernama Rayendra, saat dihubungi Riau Pos (Jawa Pos), Selasa (25/6) menjelaskan bahwa akibat dari serangan buaya tersebut, Maswir mengalami luka robek di bagian paha dan betis.

“Iya Bang, meskipun mengalami luka dengan belasan jahitan, namun kondisi korban sekarang sudah mulai membaik,” kata Rayendra.

Rayendra menambahkan, masyarakat Desa Sikakak saat ini resah dengan keberadaan buaya tersebut. Sebab, setelah kejadian tersebut, buaya yang diduga sempat menyerang Maswir masih berkeliaran di sekitar loaksi kejadian. Bahkan, dari kesaksian masyarakat, beberapa kali buaya tersebut naik ke darat.
Sekarang masyarakat resah dengan keberadaan buaya tersebut. Kejadian seperti ini sudah sering. Bahkan tahun lalu juga pernah terjadi. Berkemungkinan buaya yang sama. Makanya kami minta pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau segera turun kelapangan,” harap Rayendra.

Jika persoalan ini tidak ada respons dari BKSDA, maka masyarakat akan mengambil alternatif lain dengan menjerat atau bisa saja melukai buaya tersebut. Sebab, kalau dibiarkan, masyarakat takut akan ada korban lain yang berjatuhan.

“Dari tadi buaya tersebut mulai naik ke permukaan. Tepatnya pas diseberang tempat kajadian. Sehingga masyarakat tidak berani lagi mandi ke Sungai Kuantan. Padahal, sebagian masyarakat sini masih banyak yang memanfaatkan Sungai Kuantan untuk mandi dan mencuci,” lanjut Rayendra.

Kasubbag Humas Polres Kuansing AKP Kadarusmansyah meminta masyarakat tetap waspada.

BACA JUGA: Bunda Kaget Anaknya Gagal PPDB, Kalah Bersaing dengan Calon Siswa Nilai Rendah

“Masyarakat masih banyak yang bergantung pada Sungai Kuantan. Terutama untuk mandi dan mencuci. Kami sudah melakukan koordinasi dengan BKSDA. Kita berharap ada solusi,” singkat Kadarusmansyah. (yas/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *