SMANDA Meranti Terima 1 Penghargaan Festival Teater Remaja Se-Riau 2016

SELATPANJANG–Meski baru pertama kalinya ikut dalam Festival Teater Remaja (FTR) Se-Riau, Sanggar Seni SMANDA, SMA Negeri 2 Tebingtinggi Kabuapten Kepulauan Meranti, tetap mampu bersaing dengan sanggar dari 12 kabupaten lainnya, setidaknya dalam adu akting. Satu penghargaan Pemeran Wanita berhasil di bawa pulang.

“Alhamdulillah, niat anak-anak untuk menjemput hadiah pada festival kemarin terwujud juga. Mudah-mudahan penghargaan yang didapat menjadi motifasi bagi mereka untuk lebih aktif dan kreatif,” kata Sari Dewi SPd, guru Pembimbing Sanggar Seni SMANDA, Senin (29/8).

Satu penghargaan tersebut, kata Sari Dewi, adalah penghargaan di bidang Aktris Terbaik II yang diberikan kepada Amanda Reskia, pemeran Parji (pembantu rumah tangga) dalam lakon Dukun-dukunan karya Muliere. Karakter yang dibebankan kepada siswa kelas XII IPS 1 SMA Negeri 2 Tebingtinggi, Kepulauan Mernati itu sangatlah berat. Untuk mematangkan karakter tersebut bahkan Amanda juga harus belajar berbiacara gagap.

“Dia bahkan sempat menangis dan merajuk mau berhenti dari sanggar ketika dituntut untuk lebih menjiwai perannya oleh pelatih Syamsidir. Tapi setelah saya pujuk, akhirnya dia mengerti dan tidak jadi berhenti,” tanbah Sari Dewi.

Rian Budiharso, sang sutradara yang dihubungi Senin (29/8) mengaku bangga dengan semangat anak-anak Meranti. Dia berharap satu penghargaan yang didapat juga menjadi penghibur bagi masyarakat Tanah Jantan yang hingga kini masih berduka atas kasus bentrok berdarah yang terjadi pada Kamis (25/8) lalu.

“Kami juga sempat khawatir dengan anak-anak, karena bentrok kemarin membuat mereka emosi dan tidak konsentrasi saat hendak mengikuti festival. Walaupun sudah berada di Pekanbaru, mereka terus memantau perkembangan melalui jejaring sosial. Tapi hal itu berhasil diatasi dan mudah-mudahan penghargaan yang didapat menjadi pengobat duka bagi masyarakat Meranti yang sedang bersedih,” pungkas Rian.

FTR Se-Riau yang berlangsung Gedung Olah Seni Taman Budaya Riau kemarin dinilai oleh lima dewan juri, yakni Catur Wibono (Ketua Jurusan Teater ISI Yogyakarta), Hermansyah (Dekan FIB Unilak), Marhalim Zaini(Dosen AKMR), Bero S Seokarno (PNS dan juga seniman teater) dan M. Kafrawi (Ketua Program Studi Sastra Indonesia, Unilak). Selain itu, peserta yang ikut dari 12 kabupaten juga diberikan penghargaan berupa:

Terdapat lima kategori yang diperlombakan diantaranya, yang pertama untuk penyaji terbaik, dua penyutradaraan terbaik, tiga pemeran pria terbaik, empat pemeran wanita terbaik, dan yang terakhir penata artistik terbaik. (*/FR)

 

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *