Stadion Mini Kampung Temusai Jadi ‘Semak Samun’

tanah2SIAK- Memiliki Stadion Mini merupakan‎ kebanggan tersendiri bagi masyarakat Kampung Temusai, Kecamatan Bungaraya. Namun disebalik itu masyarakat juga menyayangkan kondisi stadion mini itu yang dinilai seperti tidak terurus.

‎Pantauan Dumai Pos di lapangan, terlihat stadion mini itu seperti tidak terurus dengan baik, dimana pada pagarnya telah diselimuti dengan rumput rumput liar yang menutup luasnya lapangan hijau tersebut.

Dodi salah seorang warga setempat mengatakan, bahwa stadion mini tersebut tidak berfungsi dengan baik sebagaimananya, sebab selain kondisi seperti tidak terurus, lapangan itu juga jarang digunakan maupun dimanfaatkan untuk masyarakat.

“Sangat disayangkan, stadion yang kita miliki ini tidak dimanfaatkan dengan baik, dengan kondisi sudah seperti semak belukar,” ujar Dodi.

Menurutnya, kondisi stadion seperti itu telah berlangsung cukup lama, dimana stadion tidak dirawat dengan baik sehingga ditumbuhi tanaman liar yang menutup seisi pagar.

“Stadion ini biasa digunakan ketika merayakan HUT RI saja, setelah itu lapangan itu terbiarkan. Bahkan, kini dijadikan lokasin tempat peternak sapi untuk memberikan makan peliharan mereka,” ucapnya lagi.

Sangat disayang lanjut Dodi mencerita, stadion yang dimiliki tidak dimanfaatkan dengan baik, sebab apabila asset daerah itu berfungsi dengan optimal, akan dapat melahirkan para atlit yang berbakat.

“Untuk itu kita berharap, kepada pihak pemerintah untuk memperhatikan asset daerah kita ini, sebab banyak manfaat yang dapat dirasakan digunakan secara baik,” harapnya.

Sementara itu Camat Dicky Sofyan dikonfirmasi menyampaikan, untuk perawatan stadion memang tanggungjawaban pihak Kecamatan, namun saat ini telah diserahkan kepada pihak Desa. Namun saat ini, anggaran belum keluar sehingga masih terkendalan perawatan stadion untuk tahun 2016.

“Berdasarkan hasil Musrenbang anggaran perawatan Stadion dianggaran sebesar Rp. 6 juta termasuk pajak, dikarena dana perawatan belum cair, maka belum bisa dilakukan perawatan,” ujar Dicky Sofyan.

Dijelaskannya, untuk mengaktifkan stadion mini tersebut, pihaknya telah melakukan upaya agar berfungsi sebagaimana seharus, namun dengan keterbatasan anggaran mengharuskan penggunaan dana yang menjadi prioritas.

“Kita telah mengusulkan dalam Musrenbang untuk mengoptimal stadion mini, namun dikarenakan anggaran terbatas kita lebih mengutamakan yang lebih lebih penting,” ucapnya.

Ditambahkan, upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak Kecamatan maupun Kampung telah diterapkan, namun dengan keterbatasan tersebut mengharuskan memprioritaskan yang lebih utama.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *