Syahrial Amini, Usia Tak jadi Halangan Terus Belajar

Syahrial aminiBAGI  seorang Syahrial Amini, Ketua Komisi I DPRD Kota Dumai tidak ada kamus terlambat dalam hal mencari ilmu.  Berbekal keyakinan itulah meski telah menginjak usia yang tak lagi muda, dirinya tetap gigih dalam meneruskan pendidikan hingga strata satu (Sarjana).

Alhasil, 30 Desember 2015 lalu adalah salah satu hari yang tidak bisa dilupakannya. Bagaimana tidak, anak ketiga dari delapan bersaudara pasangan Muhammad Syukri dan Mariani diwisuda dan bergelar SSos.

Tidaklah mudah baginya yang terlahir dari keluarga sederhana dalam meraih gelar tersebut mengingat ia harus mengubur sementara impiannya untuk melanjutkan pendidikan saat dirinya muda mengingat ia lebih mengutamakan kelangsungan masa depan adik-adiknya, namun seiring waktu berjalan tekadnya untuk melanjutkan pendidikan terus terpatri dalam dirinya.

”Saat waktu masih muda saya memang harus mengubur dulu impian saya untuk melanjutkan pendidikan kejenjang sarjana mengingat adik-adik saya masih harus bersekolah dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun tekad untuk tetap kuliah itu tidak pernah saya tepis,”ujar Suami dari Musabbiha ini.

Maka pada tahun 2010 lalu, saat dirinya masih berprofesi sebagai penjual minyak, ia putuskan untuk melanjutkan pendidikannya di STIA Lancang Kuning mengambil jurusan Administrasi Negara. ”Sebagai orang tua saya menginginkan anak saya untuk mengenyam pendidikan yang tinggi, tentu saya harus memotivasi dan memberikan contoh kepada mereka, makanya pada tahun 2010 saya putuskan untuk mewujudkan keinginan lama yang tertunda yakni kuliah,”kenang Syahrial yang lahir di Bengkalis 20 Maret 1970 silam ini.

Walaupun ia kuliah tidak diusia yang muda lagi, Syahrial tidak minder bahkan ia ingin membuktikan kepada generasi muda saat ini kalau usia tak jadi halangan dalam menuntut ilmu, yang namanya ilmu, pendidikan memang harus terus dicari meskipun usia tak lagi muda.
Syahrial ingin menegaskan bahwa setiap orang sah-sah saja memiliki impian dan harus mewujudkan impiannya karena dengan tekad, doa dan usaha yang namanya impian bisa diwujudkan.

”Meskipun terlahir dari keluarga sederhana dengan keterbatasan biaya, kita tidak perlu putus asa dalam mewujudkan impian untuk terus melanjutkan pendidikan, karena saat kita sudah memiliki penghasilan, impian itu bisa kita wujudkan atau bahkan kini setiap perguruan tinggi sudah mengalokasikan beasiswa untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu, tinggal kita saja lagi yang memutuskan, mau apa tidak,”ujar Ayah dari dua orang putri ini.

Syahrial menambahkan selain dukungan untuk dia menutaskan pendidikan berasal dari keluarga, dukungan juga ia peroleh dari salah seorang dosennya bernama Latif serta teman-temannya ,” Keluarga saya sangat mendukung begitu juga dengan teman-teman dan dukungan juga saya peroleh dari seorang dosen yang bernama Latif,”pungkas Syahrial.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *