Tanda Kiamat, Budak Wanita Lahirkan Tuannya

tanda-kiamat-budak-wanita-lahirkan-tuannya-151125tSALAH satu tanda kiamat pernah disampaikan Rasulullah SAW kepada Malaikat Jibril, yang kala itu datang dalam wujud laki-laki tampan.

“Jika budak wanita telah melahirkan tuannya.” (HR. Muslim)

Demikian sabda Rasulullah menjawab pertanyaan tentang tanda-tanda kiamat. Lalu yang menjadi pertanyaan, apa makna “budak wanita melahirkan tuannya”?

Imam Nawawi menjelaskan, maksud budak wanita melahirkan tuannya adalah jika seorang laki-laki memiliki budak wanita, lalu berhubungan dengannya dan budak itu melahirkan anak.

Anak tersebut kemudian berstatus sebagai tuannya. Pendapat Imam Nawawi ini mewakili pendapat mayoritas ulama.

Makna kedua, orang kaya menjual budak yang telah melahirkan anak darinya. Selang bertahun-tahun setelahnya, sang anak yang telah tumbuh dewasa membeli budak itu. Hingga jadilah wanita yang sebenarnya adalah ibunya itu menjadi budaknya.

Makna ketiga, sebagian ulama menjelaskan, `budak wanita melahirkan tuannya” adalah kalimat kiasan.

Maknanya yakni ketika orang-orang sudah tak lagi berbakti kepada ibunya. Tidak menghormati ibunya. Tidak memuliakan ibunya.

Yang terjadi justru sebaliknya, anak-anak memerintah ibunya. Anak memperlakukan ibunya seperti pembantu, seperti budak. Disuruh-suruh melakukan pekerjaan kerumahtanggaan seperti mencuci, menyetrika, membersihkan rumah, memasak, dan sejumlah aktivitas yang tak layak diberikan pada seorang ibu.

Syaikh Musthafa Dieb Al Bugha dan SYaikh Muhyidin Mistu dalam Al Wafi menjelaskan makna ini, “banyak anak yang durhaka pada orangtuanya, mereka memperlakukan orangtuanya seperti perlakuan tuan terhadap budaknya.”

Makna pertama dan kedua, dulu pernah terjadi meskipun intensitasnya tidak bisa dipastikan apakah hanya beberapa kasus atau sering terjadi.

Sementara makna ketiga, sungguh saat ini telah banyak terjadi di dunia. Tidak sedikit anak yang memperlakukan ibunya seperti pembantu. Bahkan hal ini semakin banyak dijumpai di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Sangat memprihatinkan.

Padahal dalam ajaran Islam, ibu adalah sosok yang wajib dimuliakan, dihormati dan ditaati. Kebaikan ibu tak bisa ditebus meski seluruh dunia dipersembahkan anak kepadanya. Bahkan ada hadits yang mengumpamakan bahwa surga ada di telapak kaki ibu.

Dari Mu’wiyah bin Jahimah as-Salami bahwasanya Jahimah pernah datang menemui Nabi lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku ingin pergi jihad, dan sungguh aku datang kepadamu untuk meminta pendapatmu. Beliau berkata: “Apakah engkau masih mempunyai ibu?” Ia menjawab: Ya, masih. Beliau bersabda: “Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua kakinya.” (dci/net)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *