Target Rp9,2 Triliun Penyaluran Kredit Sektor Perikanan

kls3BENGKALIS- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersam Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Senin (2/5) menggelar program Jangkau Sinergi dan Guideline (Jaring) di gedung Che Puan Bengkalis. Kegiatan Program Jaring tersebut, OJK menggandeng sejumlah industri Perbankan serta Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Program Jaring sebelumnya diresmika oleh Wapres Jusuf Kalla (11/4) di pantai Bodia Takalar Sulsel. Program Jaring dimaksudka, untuk mendukung program Nawacita dengan target utama meningkatkan kredit dan pembiayaan di sektor Kelautanan Perikanan serta mendorong perluasan akses masyarakat di sektor Kelautan dan Perikanan ke layanan jasa keuangan.

Acara expo Program Jaring dengan tema ‘Menggagas Solusi Akselarasi Pembiayaan ke Sektor Kalautan dan Perikanan Melalui Pengenalan Program Jaring’, dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, Wakil Ketua Komisi XI, H Jon Erizal, Staf Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan, Maspri, para pimpinan Bank serta sejumlah undangan lainnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan) RI Muliaman D Hadad memaparkan, jika realisasi Kredit JARING (jangkau, sinergi, guideline) sampai dengan Desember 2015 mencapai Rp 6,69 triliun atau 124,5% dari target Rp 5,37 triliun. Dengan bertambahnya 8 Bank Partner di tahun 2016 ini maka total target penyaluran kredit 16 bank partner tahun 2016 ke sektor kelautan dan perikanan adalah sebesar Rp 9,2 triliun atau tumbuh 24,2% dibanding realisasi kredit 2015. Sementara target ke sektor Maritim sebesar Rp 42,8 triliun.

Sedangkan secara keseluruhan perbankan, penyaluran kredit pada Sektor Kemaritiman sampai dengan akhir tahun 2015 adalah sebesar Rp 97,8 triliun sedangkan sektor Sektor Kelautan & Perikanan sebesar Rp 21,4 triliun.

Rasio Non-performing Loan gross(NPL/kredit bermasalah) sektor
Kemaritiman tercatat sebesar 5,37% (tahun 2011 sebesar 6,74%) dan NPL sektor kelautan dan perikanan sebesar 1,8% (tahun 2011 sebesar 5,96%) atau mengalami penurunan yang cukup signifikan sejak 2011. Indikator penurunan NPL tersebut mencerminkan kinerja sektor yang semakin baik untuk menjawab tantangan persepsi kurang positif bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki risiko yang sangat tinggi.

“Tahun 2016 ini perbankan nasional menargetkan penyaluran
kredit ke ke Sektor Kemaritiman sebesar Rp 52,7 triliun dan ke Sektor Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 10,7triliun,” ujarnya.
Sementara itu, target penjaminan KUR dan Non KUR Jamkrindo
masing-masing sebesar Rp 50 triliun dan Rp 65 triliun, sehingga
totalnya mencapai Rp 115 triliun. Per Maret 2016, Jamkrindo sebagai penjamin KUR telah melakukan penjaminan sebesar Rp 10,2 triliun secara nasional.

Disebutkan, perkembangan Program JARING selama setahun ini
berjalan sesuai rencana dengan berhasil mendorong pemahaman pelaku jasa keuangan terhadap bisnis di sektor kelautan dan perikanan sehingga kredit perbankan dan pembiayaan ke sektor ini terus meningkat.

“OJK akan terus mendorong industri jasa keuangan untuk meningkatkan porsi pembiayaan di sektor kelautan dan perikanan yang manfaatnya sangat besar bagi perekonomian nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Muliaman.

Sementara itu Bupati Bengkalis, Amril Mukminin sangat
berbangga hati Program Jaring dilaksanakan di Bengkalis. Ia berharap dengan adanya program Jaring (Jangkau, Sinergi dan Guideline), para nelayan di Bengkalis bisa meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan uang meningkatkan kredit dan pembiayaan di sektor kelautan dan perikanan serta mendorong perluasan akses masyarakat di sektor kelautan dan perikanan ke layanan jasa.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan kredit bank kepada perwakilan debitur dengan bank partner. Dari sisi penjaminan, akan dilakukan pernyataan program penjaminan Perum Jamkrindo dan PT Jamkrida Riau, penyerahan sertifikat kepada agen LAKU PANDAI dan Perjanjian Kerja Sama Simpanan Pelajar (SIMPEL) antara Bank Partner dan sekolah di Bengkalis. (auf)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *