Tiga Oknum Polisi Meranti Dijerat Pasal Berlapis

kamar mayatSELATPANJANG– Tiga orang tersangka Oknum anggota Polres Meranti terkait tewasnya Apri Ari Pratama yang diduga sebagai pelaku penikaman seorang polisi, Brigadir Adil S Tambunan, terancam dipecat dari statusnya sebagai anggota kepolisian. Pasalnya, ketiganya dipastikan menyalahi kode etik. Dan dijerat dengan pasal berlapis, ketiganya dikenakan pasal 170 dan 351 KUHP

Ketiga oknum polisi tersebut, yakni Bripda AS yang bertugas di Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Meranti, Brigadir DY yang bertugas di Unit Reskrim Polsek Tebing Tinggi, dan Bripda EM petugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Kepulauan Meranti. Ketiganya ditetapkan sebagai pesakitan setelah melalui rangkaian penyidikan yang dilakukan Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Riau AKBP.Guntur Aryo Tejo SIK MM, beberaapa hari lalu “ Ketiganya dijerat dengan pasal 170 dan 351 KHUP” ujar Guntur

Dikatakannya, proses sidang kode etik akan dilakukan setelah proses hukum pidana umum selesai dilakukan oleh Penyidik Dit Reskrimum Polda Riau, hingga putusan pengadilan. “Kita tunggu proses kriminal umumnya. Nanti baru sidang kode etik,” katanya.

Lebih lanjut, dijelaskan jika ketiga tersangka tersebut nantinya bisa dikenakan hukuman etik berupa pemecatan dari institusi kepolisian.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Surawan, memastikan proses penyidikan terkait kasus ini masih berlanjut. Sejauh ini, kata Surawan, pihaknya sudah melakukan pemeriksan terhadap 26 orang oknum kepolisian di Meranti.

“Selain itu juga telah kita mintai keterangan sepuluh warga,” terang Surawan.Surawan juga menjelaskan jika ketiga orang tersangka tersebut disangkakan pasal berlapis. Ketiganya dikenakan sanksi pidana umum, dan saat ini telah dilakukan penahanan.

“Yang tiga tersangka ini, sanksi pidana umum. Pasal pengeroyokan dan penganiayaan menyebabkan orang meninggal dunia. Ketiganya telah ditahan,” tegas Kombes Pol Surawan.

Ketiga tersangka diketahui melakukan pemukulan, penyiksaan terhadap Ari Apriadi Pratama sehingga menyebabkan meningal dunia. Saat ini tim gabungan telah dibentuk untuk melakukan pengusutan. Surawan menegaskan jika jajarannya masih melakukan proses penyidikan, dan tidak tertutup kemungkinan ada penambahan jumlah tersangka.

“Kemungkinan peluang tersangka, ada. Kita masih pendalaman, dan ke depan rekonstruksi,” jelas Surawan.

Dalam perkara ini, Penyidik juga menjadikan seorang perempuan yang berada di lokasi kejadian, berinisial B, yang diduga sebagai pemicu keributan antara Ari Apriadi Pratama yang merupakan honorer di Dinas Pendapatan Daerah Meranti, dengan oknum polisi yang bertugas di Polres Meranti, Brigadir Adil S Tambunan. Nama yang disebut terakhir diketahui tewas karena mendapat tikaman oleh Ari Apriadi.

“Untuk B itu dalam perlindungan kita. Menjadi saksi atas perkelahian awal antara pelaku (Ari Apriadi,red) dengan korban (Brigadir Adil,red),” tutup Surawan.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *