TPP Januari-Maret Mengacu Perbup, Berikutnya …

PNSBENGKALIS – Pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis untuk bulan Januari s/d Maret 2016, tetapmempedomani Peraturan Bupati (Perbub) Bengkalis No. 56 Tahun 2015.

“Untuk bulan Januari s/d Maret tetap mengacu Perbup tersebut, sedangkan untuk bulan-bulan selanjutnya menunggu hasil perubahannya. Tentunya pembayaran dimaksud tetap mengikuti ketentuan. Seperti harus melampirkan lembaran pembayaraan TPP yang ditandatangani atasan langsung,” jelas Kepala Bagian Humas Pemkab Bengkalis, Johansyah Syafri, Selasa (15/3).

Terkait dengan evaluasi untuk perubahan Perbup 56 Tahun 2016, Johan mengatakan akan dilakukan secepatnya. Penyusunan draf perubahan tersebut akan dilakukan oleh sebuah tim yang dibentuk 
dengan keputusan Bupati Bengkalis.”Sesuai amanah Pasal 17 ayat (3) Perbup 56 Tahun 2015 memang harus demikian. Harus dilakukan oleh tim yang dibentuk dengan keputusan Bupati Bengkalis. Namun sejauh ini kita belum mengetahui siapa-siapa saja yang akan ditunjuk Bupati dalam tim evaluasi tersebut,” jelas Johan.

Menyangkut hal-hal apa saja yang akan dievaluasi, Johan mengatakan juga belum mengetahui secara pasti. Namun kemungkinan salah satunya mengenai besaran jumlah TPP yang bakal diterima.Misalnya, imbuhnya, jumlah TPP yang diterima pejabat eselon IVa golongan IV di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh “TPP khusus” karena beban kerjanya dinilai lebih 
berat, tetap tidak boleh melebihi yang diterima pejabat eselon IIIa dengan golongan yang sama di SKPD tidak memperoleh “TPP Khusus”.

Dalam Perbup 56 Tahun 2015, sambung Johan lagi, hal demikian belum diatur. Sehingga meskipun sama-sama golongan IV, ada pejabat eselon IVa yang memperoleh TTP lebih besar dari pejabat eselon IIIa. Padahal dari segi tugas pokok, fungsi dan tanggungjawab pejabat eselon IIIa itu lebih besar dari pejabat eselon IVa.

“Begitu pula untuk TPP untuk ASN non struktural dengan golonGan yang sama, sehingga perbedaan besaran TPP yang diterima tidak terlalu besar. Tapi ini hanya kemungkinan-kemungkinan saja. 
Bagaimana pastinya, sebaiknya kita tunggu saja hasil kerja tim tersebut,” pungkas Johan.Di bagian lain Johan menjelaskan, besaran TPP dalam Perbup 56 Tahun 2016 itu adalah angka maksimal yang dapat dibayarkan/diterima seorang ASN sesuai eselonering dan golongan/ruang. Tapi bukan harus selalu dibayar sebanyak itu setiap bulannya.

Johan mencontohkan, jika pada bulan Februari lalu dirinya hanya masuk kerja dan menjalan tugas hanya 19 hari kerja, maka meskipun hasil penilaian kriteria dan indikator lainnya pada angka maksimal sebagaimana yang telah ditentukan dalam lembaran  ð 7 3 Špenilaian, maka TPP yang diterimanya hanya Rp. 10.464.000.”Itu belum dipotong pajak. Jika dipotong pajak penghasilan (PPh) sebesar 5 persen (Rp. 529.650), maka TPP bersih yang saya terima bulan Februari hanya Rp. 9.941.370 (Rp. 10.464.000-Rp. 529.650),” pungkas Johan. (*/FR)

 

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *