Tragedi Mahasiswa UIN Tenggelam di Beting Aceh: Sebeluh Timur dan Utara Agak Curam

RUPAT2BENGKALIS— Tragedi tewasnya dua mahasiswa UIN Suska Pekanbaru, karena tenggelam terbawa arus di pantai Beting Aceh menyisakan duka mendalam. Tidak hanya bagi keluarga, para teman sejawat tapi juga masyarakat setempat. Tenggelamnya dua mahasiswa tersebut karema ketidaktahuan mereka memilih lokasi bermain pantai. jarang-jarang pengunjung bermain air (mandi) saat mengunjungi Beting Aceh, paling hanya duduk santai sambil menikmati indahnya panorama pantai.

Seperti disampaikan Camat Rupat Utara, Syafruddin. Menurut Camat, lokasi tenggelamnya dua mahasiswa UIN Susqa Pekanbaru jarang dimanfaatkan untuk berenang oleh masyarakat yang berekreasi di objek wisata yang indah itu. Selama ini kata Syafruddin mereka yang berwisata ke Beting Aceh baik masyarakat tempatan maupun wisatawan luar, datang ke Beting Aceh, hanya sekedar bermain dan menikmati keindahan pantai yang berpasir putih.

tengelam2“Dan kebanyakan masyarakat bermain di pantai sebelah Barat, karena memang pantainya landai dan aman untuk bermain-main. Namun lokasi yang didatangi mahasiswa UIN yang lagi KKN di Rupat Utara itu adalah yang disebelah Timur dan Utara, dan jarang dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai, karena pantainya curam dan airnya dalam ditambah lagi arusnya agak deras. Hanya saja air lautnya memang biru,”terang Syafruddin.

Memang tidak ada larangan resmi yang dibuat pihak Kecamatan bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke pulau tersebut. Namun masyarakat tempatan sudah tahu, kalau Beting Aceh sebelah Timur dan Utara pantainya curam dan airnya dalam.

“Waktu para mahasiswa yang lagi KKN itu berekreasi ke Beting Aceh, pihak desa tak mengetahuinya. Mungkin mereka lagi tak ada kegiatan dan pergi bersantai ke pantai. Sayangnya mereka tak memberitahu pihak desa, sehingga tak ada yang memberitahu kondisi lokasi yang mereka datangi. Tapi mau bagaimana lagil, semuanya sudah terjadi dan ini memang murni kecelakaan,”terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya sebanyak 14 orang mahasiwa KKN di Rupat Utara pada Selasa (9/8) berekreasi ke Beting Aceh Rupat Utara. Mereka mandi di lokasi wisata yang indah itu. Naas dua orang mahasiwa yakni Sri Winarti (20) mahasiswi asal UIN dengan alamat kecamatan Bagan Batu, Kabupaten Rohin dan Ayut Rumpoko kelahirran 19 Januari 1995 Mahasiswa UIN dengan alamat Pondok Langkasa RT001 RW006 desa Angkasa Kecamatan Petalangan Kabupaten Pelalawan Riau, tenggelam dan tewas karena terbawa arus

Awalnya Tedi dan Sri Winarti yang berenang terbawa arus gelombang, kemudian Ayut Rumpoko dan temannya yang lain mencoba menyelamatkan Tedi dan Sri Winarti, karena arus gelombang begitu deras hanya Tedi yang bisa diselamatkan,” Ungkap Kapolsek Rupat Utara AKP Bustanudin, Selasa (9/8).

Sementara Ayut Rumpoko yang sedang melakukan upaya penyelamatan terhadap Sri Winarti juga tidak sanggup berenang dan terbawa arus gelombang. “Setelah dinyatakan kedua temannya hanyut, kemudian mahasiswa yang lain langsung mencari bantuan dengan memanggil kapal nelayan disekitar yang sedang mencari ikan. Setelah 30 menit melakukan pencarian, korban Sri Winarti ditemukan terlebih dahulu, kemudian korban Sri Winarti yang masih bisa bernafas langsung dibawa ke Puskesmas namun korban saat itu tidak dapat diselamatkan lagi,” papar Kapolsek.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, kata Kapolsek lagi, anggota Pol Air Polsek, TNI AL, Syahbandar Rupat Utara dan masyarakat sekitar melakukan pencarian terhadap Ayut Rumpoko. “Sekira pukul 13.30 wib, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Dan korban juga dibawa ke Puskesmas desa Suka Damai untuk dilakukan visum serta proses lebih lanjut,”tutupnya. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *