Tugas Guru yang Penuh Harapan

Jumiyati, S.Pd.B, Guru SDN 52 Bengkalis

MENJALANI profesi guru Sekolah Dasar (SD) bukanlah pekerjaan mudah. Sebagai orang tua kedua di sekolah maka guru sekolah dasar adalah bagaikan seorang artis idola bagi siswanya. Dimana, semua yang diucapkan, dibuat, tingkat pola dan penampilan adalah menjadi panutan tidak lepas dari perhatiannya.

Makanya, tidak sembarang orang bisa menjadi guru SD. Apalagi seorang guru SD haruslah bisa menguasai semua mata pelajaran dengan peran dan fungsinya sebagai guru kelas. Belum lagi sebagai sosok ‘artis idola’ maka seorang guru SD harus memiliki modal dengan keluhuran budi pekerti, berakhlak baik, sopan dan memiliki keterampilan inovasi serta kreatif diri.

Sebab, peran yang dimainkan sebagai seorang guru SD tidak hanya sekadar mentransfer materi pembelajaran kepada siswa, kemudian mencatat dan mengerjakan evaluasi. Tapi guru SD haruslah seseorang yang kreatif dan inovasi sehingga dalam mengemas materi yang diberikan sehingga dapat diterima siswa dengan cara yang menyenangkan.

Belum lagi, perannya yang tidak sedikit dalam pembentukan karakter siswa sehingga menjadi generasi emas bangsanya. Maka disinilah peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat.

Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. Dimana, setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu, tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara. Karena nilai-nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai Pancasila.

Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik

Oleh karena itu, sekolah menjadi lembaga dengan organisasi yang tersusun rapi dan segala aktifitasnya direncanakan dengan sengaja yang disebut kurikulum untuk membuat dan membentuk karakter anak. Tujuannya adalah sebagai tempat ilmu pengetahuan, tempat mengembangkan bangsa, tempat untuk menguatkan masyarakat bahwa pendidikan itu panting guna bekal kehidupan di masyarakat.

Peran guru di sekolah ditentukan oleh kedudukannya sebagai orang dewasa, sebagai pengajar dan pendidik dan sebagai pegawai. Yang paling utama adalah kedudukannya sebagai pengajar dan pendidik yakni sebagai guru. Berdasarkan kedudukannya sebagai guru ia harus menunjukkan kelakuan yang layak bagi guru menurut harapan masyarakat.

Dalam situasi formal dimana seorang guru mendidik dan mengajar anak dalam kelas guru harus sanggup menunjukkan kewibawaan atau otoritasnya. Artinya, ia harus mampu mengendalikan, mengatur dan mengontrol kelakuan anak. Dengan kewibawaan ia menegakkan disiplin demi kelancaran dan ketertiban proses belajar-mengajar
Makanya, dalam pendidikan atau mendidik tidak hanya sebatas mentransfer ilmu saja. Namun lebih jauh dan pengertian itu yang lebih utama adalah dapat mengubah atau membentuk karakter dan watak seseorang agar menjadi lebih baik, lebih sopan dalam tataran etika maupun estetika maupun perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Kalau bisa kita mengibaratkan bagaimana pentingnya posisi guru dan pendidikan maka seperti lepat dengan daun. Dimana keduanya, tidak mungkin bisa terpisahkan. Bila kita membicarakan soal pendidikan yang jadi sendi pembangunan masyarakat, dengan sendirinya kita berhadapan dengan masalah guru. Di tangan guru terletak sebagian besar baik buruk jalannya roda pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas guru harus benar-benar jadi perhatian serius institusi pemerintahan.

Kalaulah pemerintah masih beranggapan pembenahan dunia pendidikan dengan segala persoalan yang ada hanya sebatas sambil lalu saja maka selamanya dunia pendidikan Indonesia akan jauh dari negara lain. Makanya, institusi pemerintah juga harus ikut mencipta kader pahlawan tanpa jasa, harus dapat melahirkan guru yang berimajinatif, kreatif, edukatif, yang mengerti benar tugasnya sebagai pendidik dan paham akan tanggung jawabnya atas jabatan yang dipegangnya maka barulah dunia pendidikan kita dapat disejajarkan dunia lain.

Sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dan demi menciptakan insan didik berkualitas dan bertaqwa, maka setiap insan pendidik mau tidak mau harus memandang jabatannya itu sebagai jabatan kehormatan yang tidak dapat diukur dengan besar kecilnya penghasilan setiap bulannya. Tetapi, selama belum mencapai kemakmuran, guru hendaklah bersabar dan sederhana.

Di lain pihak, kewajiban guru terhadap negara tidaklah berbeda dengan warga negara Indonesia yang lainnya. Salah satu kewajiban sebagai warga negara adalah mempertahankan nilai budaya. Dengan predikat sebagai panutan masyarakat, maka sangatlah tepat bahwa seorang guru mampu memberi teladan kepada masyarakat dalam upaya melestarikan nilai budaya bangsanya itu. Pada gilirannya, dengan penuh kesadaran pula, masyarakat pun ikut melestarikan budaya bangsanya. Inilah tugas guru yang amat berat dalam dunia pendidikan sekarang ini.

Apalagi guru tidak hanya digugu dan ditiru, tetapi guru merupakan insan yang memang benar-benar dicintai banyak orang, terlepas dari segala kelebihan atau kekurangannya. Siapa pun tidak bisa memungkiri bahwa guru adalah orang nomor satu dalam hidup dan kehidupan anak manusia di mana pun berada. Seorang guru pembuka jalan hidup seseorang untuk meraih kemenangan bukanlah cuma slogan, melainkan suatu tindakan nyata. Kalau tidak percaya, tanyakanlah hal itu pada diri kita masing-masing. Adakah orang yang sukses tanpa dibimbing seorang guru?

Dan sebagai bangsa yang merdeka dengan melaksanakan kewajiban terhadap nusa dan bangsa, sudah tentu masyarakat dan orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan bersungguh-sungguh memperhatikan masalah pembangunan negara dan masyarakat. Untuk membangun kiranya diperlukan pengetahuan, tenaga ahli, dan orang yang sadar akan tugas dan jabatan yang diembannya, dan pemimpin yang bertanggung jawab sehingga melahirkan putra-putra terbaik bangsa yang mampu bersaing dalam era modern ini.

Seiring dengan kemajuan zaman, derap langkah guru dalam mengemban amanat rakyat untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada, maka peran serta guru dalam kehidupan sosial hendaklah didorong untuk kepentingan pengembangan kepribadian guru, jasa pendidikan, dan masyarakat secara keseluruhan. Perwujudan pikiran, perasaan, dan kehendaknya untuk kemajuan suatu bangsa, yang diorganisirnya dalam kebijakan pembelajaran di kelas, penting diciptakan untuk mempertahankan nilai luhur kebangsaan. ***

*Oleh: Jumiyati, S.Pd.B, Guru SDN 52 Bengkalis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *