UMK Meranti Revisi Ulang Rp2.163.00

umkSELATPANJANG–Kabar gembira bagi para karyawan atau pegawai swasta di Kabupaten Kepulauan Merani. Apa pasal! semula Upah Minimum Kabupaten (UMK) sudah disahkan kini direvisi ulang. Bukan bertambah turun, tapi makin naik. kalau semulanya UMK meranti hanya Rp2.101.000 kini setelah direvisi menjadi Rp 2.163.000.

Kondisi ini disebabkan berbagai prokontra terkait pengesahan (PP) 78 tahun 2015 beberapa waktu lalu, terkait tentang pengupahan, PP tersebut digunakan sebagai dasar penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2016, yang tadinya ditetapkan UMK Meranti melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kepulauan Meranti yang mengacu pada permen nomor 7 tahun 2013 yang sebelumnya dasar penetapan UMK pada tahun 2016 sebesar 2.101.000, kini akan direvisi ulang menjadi Rp. 2.163.100 sebabnya pengupahan UMK 2016 harus berdasarkan dengan (PP) 78 tahun 2015 yang mengacu kepada pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional sebesar 11,5 persen.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Seksi Pembinanaan Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs Jazuli ketika dikonfirmasi melalui telphone genggamnya Rabu siang (30/12). grasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kepulauan Meranti telah menetapkan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kepulauan Meranti tahun 2016 pada watu lalu (11/11) dengan kisaran angka nomilnalnya tepat pada Rp. 2.101.000, dan UMK tersebut rencananya akan berlakukan mulai dari Januari 2016 mendatang, namun penetapan tersebut ditolak pasalnya provinsi menghimbau penetapan UMK harus mengacu kepada(PP) 78 tahun 2015.

“Setelah berkas UMK kita dikembalikan,kita langsung merevisi kembali dan menggelar rapat pembahasan besaran UMK yang tidak sesuai dengan PP tersebut. UMK itu diajukan kembali untuk dijadikan Peraturan Gubernur (Pergub) UMK 2016 sebelum kembalikan dan ditetapkan menjadi peraturan bupati (perbup) setelah melalui beberapa perhitungan maka kita tetapkan UMK Kepulauan Meranti tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp 2.163.100,” kata Jazuli.Dia menambahkan UMK yang telah direvisi dan ditetapkan sebesar Rp 2.163.100. Angka itu mengacu pada formula penghitungan dalam PP 78 Tahun 2015, pasal 44 ayat 2, yang menghitung UMK tahun 2016 dengan rumus UMK 2015 ditambah hasil kali UMK 2015 x Inflasi + persentase pertumbuhan ekonomi daerah masing-masing.  ð 7 3 ŠRumusnya, UMn = UMt + {UMT x (inflasi + % PDB).Menurut Kepala Seksi Pembinaan HubunganIndustrial itu, keputusan untuk mengusulkan besaran UMK 2016 dengan mengikuti PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan tak bisa dielakkan. Pasalnya, kata dia, pemerintah daerah sudah semestinya mengikuti keputusan pemerintah pusat.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *