Ahmad Jony Marzainur, Disinilah Saya Bisa Berbuat …

jony phhlawan1HARI masih pagi, ya,,sekitar pukul 08.30 WIB dan suasana Kota Dumai pun cukup cerah serta tidak diselimuti asap pembakaran  lahan pasca diguyur hujan lebat siang dan malamnya. Pemilik kantor megah berada di depan Kawasan Industri Pelindo, Jalan Datuk Laksamana Dumai masih sibuk melayani beberapa orang dengan  urusan bisnisnya.

Baru, beberapa saat setelah rekan bisnis keluar dari ruangnya. Seorang lelaki berbadan tegap, rambut kepala yang sudah memutih dipotong pendek katanya biar rahmat dan rezeki terus melimpah yang kini menjabat sebagai Ketua APBMI Riau, Ahmad Jony Marzainur mempersilakan Fullriau.com masuk keruangannya.

Sosok selalu berpenampilan bersahaja ini,tidak bisa lepas dari kehidupan pantai, pesisir, riuh rendahnya kesibukan pelabuhan. Maka tidak heran, meski sudah jauh kuliah ke negeri Sri Sultan Hamengkubuwono IX dengan gelar sarjana hukumnya dari Universitas Muhammadiyah Jogjakarta maka Direktur Utama PT Panca Manunggal Samudera (JPT-EMKL) ini tidak bisa jauh dari Kawasan Datuk Laksamana, Kota Dumai.

“Saya dibesarkan, bermain, sekolah dan hingga punya anak pun tetap disini. Karena disinilah karakter saya dibentuk dan disini pula saya bisa berbuat banyak untuk daerah dan negeri ini,” ungkap suami dari Dewi Aminah dan empat orang anak ini.

jony2Bagi Wakil Ketua Bidang Hubungan Industrial dan TKBM DPP APBMI ini lagi, Dumai sebagai kawasan strategis dimana berada di kawasan lintas padat perdagangan dunia maka semua orang di Provinsi Riau  bagian Pesisir Pantai Timur Pulau Sumatera ini harus ambil bagian.

“Peluang ini harus sama-sama kita rebut, tentu dengan posisi kita masing-masing untuk memperjuangkannya,” jelas lelaki  kelahiran Dumai, 27 Juni 1969 yang selalu dipercaya mengembang sejumlah organisasi kemasyarakatan dan asosiasi jasa, perdagangan dan koperasi.

Apalagi khususnya Kota Dumai, sebuah kota memiliki kawasan pantai terpanjang dibandingkan daerah lainnya. Maka menjadikan  Dumai sebagai kawasan seperti apa, harus kembali dipertegas. Dalam pemikiran penggagas Provinsi Riau Pesisir ini melihat dari keuntungan strategis wilayah seperti sekarang maka Dumai harus kembali mempertegas menjadi Kota Jasa Perdagangan dan Produksi.

”Alasan ini cukup jelas dan begitulah seharusnya. Tinggal lagi, bagaimana pemerintah daerah juga berani memetakan kawasan-kawasannya dengan dilindungi dengan perda khusus. Artinya, jangan sampai sepanjang  bibir pantai Dumai ini dijadikan kawasan industri sehingga tidak  ada pula kawasan pantai bahari untuk masyarakat,” sebutnya.

Mau tahu alasanya, Pemko Dumai dan DPRD Dumai boleh belajar bagaimana Kota Makasar menata kawasan pantainya untuk masyarakat dan industri sehingga dengan Dumai yang tidak memiliki gunung dan danau, tapi ada yang kita banggakan yaitu memiliki kawasan pantai yang indah dan terpanjang yang langsung membentang ke Selat Melaka.

”Alangkah elok juga kalau ini dijual untuk kawasan wisata bahari. Sedangkan sepanjang bibir pantai kota makasar ada kawasan pantai losari, trans studio, hotel-hotel berbintang yang berdiri megah serta sejumlah tempat kuliner favorit masyarakat. Itu di tata di kawasan pinggir pantai, loh,” ungkapanya dengan penuh keyakinan Dumai bisa belajar dari Kota Makasar menata kotanya.

Mantan Wakil Ketua KNPI Kota Dumai 1998-2007 ini juga melihat Dumai harus kembali menjadi pusat perhatian, kegiatan dan semuanya bagi orang di kawasan Riau Pesisir sebagaimana di tahun 70-90an. ”Dulu, Dumai benar-benar menjadi pusat perhatian setelah Bagansiapiapi dari segala aspek,” ujar Ketua BPD Ginsi Riau 2011-2016 dan Manager Porda VII Riau Pengcab PSSI Dumai 2011.

(*/FR)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *