Ibu Pembunuh Bayi Resmi Ditahan

BAGANBATU — Setelah melalui proses penyidikan serta hasil otopsi yang dilakukan oleh tim medis di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru, akhirnya ibu pembunuh bayi RS alias Rini (32) warga jalan MT Haryono/ jalan Bambu Kuning Kelurahan Bahtera Makmur Kota, Kecamatan Bagan Sinembah resmi ditahan diruang tahanan Polsek Bagan Sinembah.
Demikian ditegaskan oleh Kapolsek Bagan Sinembah, Kompol Eka Ariandy Putra SH Sik, Senin (6/3) petang kemarin. ” Ya berdasarkan hasil penyidikan yang kita lakukan serta hasil otopsi yang kita terima dari Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru maka sekarang RS alias Rini resmi kita naikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka.  Artinya, yang bersangkutan sudah kita tahan, ” jelasnya.
Kapolsek juga menerangkan,  bahwa berdasarkan hasil otopsi, diduga bahwa kematian bayi tersebut akibat disengaja.  ” Karena dari hasil otopsi ditemukan bahwa pita suara rusak, diduga karena anak menangis sambil dibekap, kemungkinan agar suara tangis sang bayi tidak keluar jadi pita suara pecah dan kehabisan oksigen,” terangnya kembali.
Selain itu,  lanjut Kapolsek lagi juga ditemukan adanya luka memar dibagian kepala.  ” Hasil otopsi juga ditemukan adanya luka memar dibagian kepala bayi yang diduga akibat benturan benda tumpul, ” ungkap Eka lagi.
Seperti yang telah diberitakan dimedia ini beberapa waktu lalu menyebutkan, bahwa terungkapnya kasus pembuangan bayi ini berdasarkan kecurigaan masyarakat terhadap ibu bayi yang menduga selama ini bahwa RS tengah hamil, namun warga sekitar melihat bahwa perut RS tidak terlihat lagi seperti orang hamil. Kecurigaan itu muncul lantaran tidak terlihat sesosok bayi di rumah RS.
Lalu pada Kamis (9/2) warga sekitar menanyakan langsung kepada RS namun RS mengaku kalau dirinya tidak melahirkan dan hanya sedang sakit Asam Lambung. Namun, kemudian warga memanggil RT setempat untuk menanyakan langsung, tetapi RS tetap bersikukuh kalau dia sedang sakit.
Untuk lebih meyakinkan, kemudian RT membawa Bidan agar dilakukan pemeriksaan, lalu Bidan tersebut melakukan pemeriksaan, dan ternyata benar, RS baru saja melahirkan. Tak dapat menghindar lagi, akhirnya janda anak dua ini mengaku bahwa ia telah melahirkan bayi yang masih prematur. Menurut RS, kandungnya berusia 7 bulan.
Dan ketika ditanya dimana bayi itu berada, sontak RT dan warga terkejut, lantaran, ia mengatakan bahwa bayi itu telah meninggal sesaat setelah dilahirkan pada Rabu (8/2) sekira pukul 02.00 Wib dini hari.
RS juga mengaku bahwa Bayi itu sempat dikuburkan di kebun karet seberang rumahnya, namun paginya ia kembali mengambil dan meletakkannya di dalam kotak plastik dan dimasukkan ke dalam kantongan plastik kemudian disimpan di ruang tamu rumahnya.
Tanpa pikir panjang, RT setempat langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Bagan Sinembah. Mendapat laporan, polisi bersama tim medis dari Puskesmas Bagan Batu langsung menuju lokasi untuk mengamankan RS. Selanjutnya bayi malang itu dibawa ke ruang mayat Puskesmas untuk dilakukan Visum et Repertum. (*/FR)
(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *