Belajar di Sekolah Menjadi Impian

: Era Harni, S.Pd, SD, Guru SDN 9 Bukit Batu

FULLRIAU.COM — Pembelajaran tatap muka dari awal sudah direncanakan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim yang menetapkan bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah tetap akan dimulai Juli 2021. Nadiem menekankan bahwa orang tua memiliki hak mutlak menentukan apakah anaknya sudah boleh ikut pembelajaran tatap muka atau belum karena berdasarkan hasil berbagai survei yang dihimpun maupun yang dilakukan Kemendikbud-Ristek, menyebutkan bahwa mayoritas peserta didik dan orang tua sudah ingin kegiatan sekolah tatap muka.”Hampir 80 persen sudah ingin tatap muka. Karena juga sudah lebih percaya diri dengan protokol kesehatan,” jelas Nadiem Makarim. Demikianlah, pemerintah telah mencanangkan peseta didik ditahun ajaran baru 2021/2022 ini dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka tanpa ada hambatan.

Namun dikenyataanya pada saat ini peserta didik belum bisa melaksanakan belajar tatap muka secara menyeluruh di negeri tercinta Indonesia ini, hanya dibeberapa daerah yang aman yang kasus pandemi covidnya di level hijau pelaksanaan tatap muka ini bisa berlaksanakan. Sedangkan di daerah lainnya dimana kasus covid berada dilevel oranye, level merah apalagi level hitam pembelajaran tetap harus dilakukan dari rumah (BDR)guna mencegah tertularnya virus tersebut, Pembelajaran yang dilakukan secara sistem daring (dalam jaringan ) bisa juga secara luring ( luar jaringan) tak tertutup kemungkinan pembelajaran dilakukan secara guling. Apa itu guling yaitu guru keliling, dimana untuk tetap berlanjutnya proses belajar mengajar ini beberapa guru didaerah tertentu berkeliling kerumah-rumah peserta didik untuk dapat memberikan materi pelajaran kepada peserta didik tersebut dengan tujuan peserta didik tidak ketinggalan pelajaran.

Belajar tatap muka disekolah bukannya tanpa resiko, resiko tertular virus covid ini bisa sangat tinggi. Hal ini bisa terjadi pada saat perjalanan peserta didik dari rumah ke sekolah dan juga dari sekolah kembali ke rumah.Terutama apabila peserta didik berangkat pulang pergi dengan menggunakan fasilitas umum seperti bus sekolah, oplet dan sebagainya.Namun hal itu bisa diatasi setiap peserta didik juga dibekali masker dan pelindung wajah selama perjalanan pulang pergi dan juga selama disekolah.Yang penting peserta didik tidak berkerumunan, Selain itu, di setiap kelas, disediakan tempat cuci tangan beserta sabunnya. Jam pelajaran juga masih dibatasi. Dalam satu hari, siswa dikelas maksimal hanya sepertiga dari jumlah siswa dikelas waktu pelajaran dibatasi hanya selama dua atau tiga jam saja di sekolah. Juga tidak dijadwalkan wakru istirahat.

Keinginan yang besar dari orang tua agar anaknya bisa melaksanakan proses belajar disekolah sudah memuncak, karena banyak orang tua yang merasa stress anaknya belajar dirumah, mereka mengeluhkan karena saat anak mengerjakan tugas dengan daring mereka melakukan itu sambil bermain game.dan mengerjakan tugasnya terlihat sangat santai malah terkesan bermain-main,terkadang hanya beberapa menit anak mengatakan tugasnya sudah selesai dikerjakan. Disaat belajar dirumah orang tua bertugas sebagai pengawas yang harus bisa mendisiplinkan anaknya dengan waktu terkadang hal ini yang tak dapat dilakukan dengan baik, oleh para orang tua, malah kita mendengar berita banyak orang tua yang melakukan tindak kekerasan karena tidak bisa mengatasi anak-anak untuk bisa belajar dari rumah dengan baik.

Hal tersebut menjadi salah satu faktor orang tua menginginkan anaknya untuk segera bisa belajar tatap muka disekolah. Orang tua merasakan anak-anak lebih terdidik secara disiplin jika guru yang mendidik mendisiplinkan anak-anak disekolah.Demikian juga anak-anak saat ini sudah merasakan kejenuhan karena dan bosan kelamaan harus belajar dari rumah, tidak bisa bermain-main, bersenda gurau dengan teman-temannya, menjadi rindu teman-temannya. Hal lainnya yang menjadi alasan anak-anak ingin segera belajar tatap muka adalah karena kesulitan mengikuti sistem sekolah daring bahkan karena harus belajar di rumah banyak pesesta didik mengeluhkan tugas yang diberikan terlalu banyak,”.

Mereka juga mengatakan belajar daring sangat sulit diterapkan di rumah. “Sulit karena tidak begitu memahami materi karena disini peserta didik dituntut untuk lebih memahami materi secara mandiri, ditambah peserta didik sering dimarahi sama orang tua, karena sudah pasti karena pembelajaran dilakukan secara daring itu membuat orang tua merasa terbebani selain mendampingi peserta didik belajar juga merasakan banyak uang terkuras hanya untuk membeli kuota internet untuk android atau apapun perangkat elektronik lainya yang dipergunakna untuk keperluan peserta didik belajar. Apalagi bagi orang tua yang anaknya lebih dari satu, dua, tiga, empat bahkan memiliki anak lima malahan lebih orang tua memang pasti akan sangat kewalahan dalam hal menyediakan kuota internet ini.

Ditambah lagi keadaan perekonomian keluarga yang banyak terimbas dimasa pandemi ini, mata pencaharian ataupun penghasilan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup ditambah beban untuk membeli kuota internet.Meski diawal-awal pandemi pemerintah menyediakan paket kuota belajar gratis untuk peserta didik belajar dari rumah namun itu dirasakan tidak mencukupi juga tidak efektif.

Bagi guru sebagai pendidik dan pengajar mengharapkan agar peserta didik bisa belajar lansung tatap muka disekolah dan itu menjadi impian terbesar disaat ini. Karena pendidik juga merasakan bermacam kendala dan kesulitan dalam menerapkan pembelajaran dari rumah tersebut, sebagai contoh pembelajaran dilakukan secara daring jaringan internet yang tidak merata karena lokasi rumah yang tidak terjangkau jaringan internet membuat tugas yang diberikan tidak dapat diselesaikan denagn baik oleh pesertadidik. Kemudian media pembelajaran yang tidak bervarriasi juga menimbulkan kebosanan terhadap peserta didik untuk menyelesaikan tugasnya karena tidak semua pendidik mempunyai kemampuan untuk membuat variasi-variasi dari media ajar. Hal laiinya pendidik juga tidak dapat mengetahui bagaimana sikap karakter peserta didik selama belajar dari rumah.

Hal-hal tersebut sedikit dari permasalahan dan kendala yang dihadapi pendidik selama melaksanakan pembelajaran dari rumah terhadap peserta didik. Sehingga keinginan untuk bisa belajar tatap muka sangat diimpikan disaat ini. Semoga dalam waktu yang tidak lama pandemic ini bisa berakhir dan semua kegitan bisa berjalan secara normal kembali. ***

Oleh: Era Harni, S.Pd, SD, Guru SDN 9 Bukit Batu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *