Cuan 150.000%, Salip Batu Bara-Bitcoin, Beli Koin ‘Kera Sakti’

FULLRIAU.COM – Di kancah global, salah satu alat investasi yang sedang hype saat ini adalah aset digital bernama Non-Fungible Token (NFT). Imbal hasil (return) dari berinvestasi di aset ini bisa dibilang amat sangat menggiurkan.
Kenaikan aset NFT ini bahkan lebih fantastis dibandingkan dengan komoditas batu bara yang sedang melejit karena commodity supercycle.

Laju kenaikannya bahkan melebihi mata uang kriptolainnya, baik yang berkapitalisasi pasar besar maupun yang berkapitalisasi pasar kecil yang terkenal volatil dan sering disebut dengan julukan ‘koin micin’ oleh pelaku pasar lokal.

Sebagai contoh, kurang dari sebulan lalu salah satu NFT bernama Pudgy Penguins laku dijual di harga US$ 130.000 atau setara dengan Rp 1,85 miliar (kurs Rp 14.300/US$).

Pada saat NFT tersebut pertama kali diluncurkan pada 23 Juli, harga launching-nya hanyalah US$ 100 atau Rp 1,43 juta. Artinya, hanya dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan saja return-nya sudah mencapai 129.900%.

Pudgy Penguins merupakan sebuah koleksi NFT yang terdiri 8.888 penguin unik yang memiliki karakteristik fashion masing-masing seperti menggunakan topi atau berambut mohawk. Para pinguin ini diluncurkan di platform NFT Ethereum.

Tak hanya para pinguin lucu berharga fantastis, sebuah NFT yang bernama (BAYC) bahkan memiliki return yang lebih gila disbanding si pinguin.

Aset digital bergambar ‘kera sakti’ ini belum lama ini laku terjual US$ 2,3 juta per unitnya atau setara Rp 33 miliar.

Padahal saat pertama kali diluncurkan pada akhir April lalu harganya hanya US$ 1.500 atau Rp 21,45 juta. Artinya dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan capital gain yang diberikan mencapai 153.233% alias 1.532 kali lipat.

Setali tiga uang dengan Pudgy Penguins, BAYC merupakan sebuah koleksi NFT yang terdiri 10.000 monyet yang memiliki karakteristik fashion unik seperti menggunakan kaca mata hitam hingga menggunakan mahkota. Koin virtual bergambar Monyet-monyet ini juga diluncurkan di platform NFT Ethereum.

Sebagai catatan, tidak seluruh 10.000 NFTBAYC dan 8.888 Pudgy Penguins dapat dijual di harga yang sama yakni harga premium tersebut karena harga tiap-tiap NFT berbeda tergantung dari beberapa hal seperti seberapa rendah kode NFT tersebut, seberapa unik kode NFT tersebut, hingga seberapa menarik gambar dari penguin dan monyet tersebut.

Meskipun demikian harga termurah sang monyet dan sang pinguin tetap saja sudah bisa dibilang tak lagi murah.

Meskipun demikian, return dari dua aset digital NFT tersebut sudah jelas mengalahkan return saham AS (+16,91%), Bitcoin (+94,87%), hingga aset berupa kontrak berjangka komoditas energi seperti batu bara (+208,26%) di sepanjang tahun ini.

Fantastisnya lagi si-‘monyet’ dan si-‘pinguin’ ini cuannya jauh mengalahkan capital gain yang ditawarkan oleh Dogecoin dimana koin kripto meme ini sudah naik 4.382% sejak awal tahun.

NEXT: Apa sebetulnya NFT?

Sejatinya, bagi pelaku pasar dalam negeri, aset NFT bisa jadi masih asing di telinga. Sebenarnya NFT dan cryptocurrency memiliki kemiripan yakni sama-sama menggunakan teknologi blockchain.

NFT memiliki wujud data digital. NFT dapat berupa gambar, gambar bergerak (GIF), suara bahkan video. Namun satu NFT dan NFT lain jelas berbeda dalam hal keotentikannya.

Hal ini karena fitur blockchain akan mencatat mana aset digital yang asli sehingga seorang tidak dapat menyalin sebuah aset digital untuk menciptakan aset digital NFT baru untuk menjualnya kembali.

Ini yang membuat NFT menjadi lirikan banyak pihak termasuk investor dan kolektor barang antik. Nilai originalitas, keunikan, dan keotentikan yang ditawarkan.

Seorang kolektor barang antik tak perlu pergi ke rumah lelang (auction house) dan menenteng target aset yang diinginkan dengan adanya NFT.

Mereka kini hanya memerlukan wallet atau dompet untuk menyimpan aset NFT mereka dan membeli mata uang kripto karena biasanya NFT dibeli dengan satuan kripto.

Untuk saat ini berberapa cryptocurrency besar yang memfasilitasi transaksi NFT adalah ekosistem Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).

Sebagai contoh, belum lama ini NFT cuitan pertama di platform Twitter terjual US$ 2,9 juta sedangkan, Asosiasi liga bola basket Amerika Serikat NBA sudah mulai menjual NFT gambar serta gambar bergerak para pemain-pemainya.

Banyak yang beranggapan NFT ini akan mulai menggeser barang-barang koleksi seperti kartu collectibles dan menggesernya ke aset-aset digital yang lebih mudah disimpan.

Kalau dilihat secara sekilas, cuan NFT memang fantastis. Namun perlu diingat bahwa tidak semua NFT menghasilkan cuan sebesar BAYC dan Pudgy Penguins. Ada juga yang harganya malah jatuh dan bahkan menjadi tidak berharga.

Untuk itu bagi orang yang ingin membeli NFT alangkah baiknya pelajari dulu siapa penciptanya, harganya, fitur-fitur yang dimiliki, platform ekosistem, serta kode nomor NFT tersebut karena semakin rendah nomornya biasanya bernilai semakin tinggi.

Unsur ke hati-hatian juga sangat diperlukan untuk mendulang keuntungan dari salah satu aset digital yang umurnya masih relatif baru ini karena dengan kenaikan yang sudah amat sangat fantastis ini banyak pihak mencap bahwa NFT sudah masuk ke fase speculative bubble.

Lagi-lagi semua keputusan beli atau jual kembali ke masing-masing Anda para investor dan trader. ***

Editor: Wadami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *