Diserang, Firdaus: RI 2 Saja Bilang Pekanbaru Kota Terbaik

PEKANBARU– Penyelenggaraan Debat Publik Pilkada Kota Pekanbaru mengangkat tema “Menerka Pemimpin Yang Berintegritas Menuju Pekanbaru Kota Daya Saing Tinggi” berjalan lancar. Debat tersebut dimoderatori presenter salah satu tv nasional Zilvia Iskandar.
Dalam proses sesi tanya jawab antar Paslon satu dengan Paslon yang lain yang menarik untuk diperhatikan. Pasangan petahan yakni Paslon nomor urut 3 Firdaus-Ayat, mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari Paslon lainnya, terkait kebijakan paslon petahana yang dinilai kurang berhasil, mulai dari persoalan sampah, Pembangunan Kawasan Industri Tenayan Raya, hingga persoalan berubahnya moto Pekanbaru dari “Kota Bertuah” menjadi “Kota Madani”.
Sebelum sesi tanya jawab, masing-masing calon telah menyampaikan berbagai program, visi dan misi serta rencana yang pemerintahan jika nanti terpilih sebagai pasangan Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru 2017-2022.
Untuk permasalahan Slogan Madani, yang di pertanyakan oleh  nomor urut 1, Syahril – Said Zohrin,  Firdaus menjelaskan bahwa Menurutnya dimasa kepemimpinan lima tahun lalu tidak ada merubah Kota Pekanbaru dari Kota Bertuah menjadi Kota Madani. Namun tagline tersebut adalah sebutan bagi masyarakat yang religi, masyarakat yang agamis, mengamalkan nilai-nilai agama.
Selanjutnya untuk permasalahan sampah menjawab pertanyaan dari pasangan nomor urut 2, Herman Nazar – Defi Warman. Menurut Herman, kegagalan mempertahankan Adipura adalah bukti ketidakberesan mengelola kebersihan kota. Firdaus menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya tidak terlepas dari melaksanakan undang-undang otonomi daerah yang menjelaskan untuk meningkatkan pelayanan persampahan dimasyarakat maka Pemda harus bekerjasama dengan pihak ketiga.
“Adipura di zaman dulu, indikatornya ditentukan dulu, kalau sekarang tidak. Penilaian ditambah partisipasi masyarakat, namun dalam lima tahun kita memimpin lebih kurang dapat tiga kali (piala adipura, red),” jelas Firdaus.
Sementara itu, pasangan 4 M. Ramli- Irvan Herman, menuding pemko Pekanbaru di masa kepemimpinan Firdaus Ayat tidak pernah merespon sikap Pemprov Riau ketika itu siap membantu mengucurkan dana untuk membantu pembangunan Pasar Cik Puan.
Sementara itu, pertanyaan dari Cawawako Irvan Herman apa yang sudah dilakukan oleh Petahana 5 tahun kepemimpinannya, Ayat Cahyadi menjawab dengan lantang menjelaskan keberhasilan kepemimpinananya bersaam Firdaus. Iai membandingkan APBD dan PAD Kota Pekanbaru dimasa dirinya menjabat dan sebelum menjabat
“Alhamdullilah dalam lima tahun ini kalau kita bandingkan dengan APBD sebelumnya jauh mengalami peningkatan. Periode 2001-2011 saat kami belum menjabat, APBD Pekanbaru hanya Rp 9,6 triliun, namun dimasa Firdau-Ayat periode 2012-2016 itu naik menjadi Rp 12,7 triliun. Kemudian dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), PAD 2001-2011 itu hanya Rp1,1 triliun sedangkan PAD Pekanbaru dimasa Firdaus-Ayat Rp 2,07 triliun,” jelasnya.
Sementara itu, untuk permasalahan  pembangunan kompleks perkantoran Pemko Pekanbaru di Kecamatan Tenayan Raya,  yang disampaikan pasangan nomor urut 5, Dastrayani Bibra – Said Usman Abdullah. Sebab jauh hari sebelumnya, kawasan Tenayan Raya diproyeksikan untuk kawasan industri.
Firdaus menjawab pertanyaan ini dengan mengutip pujian Wakil Presiden Jusuf Kalla atas bagusnya tata ruang Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan dirinya dengan Ayat cahyadi.
“Saya hanya ingin mengutip apa yang disampaikan oleh orang nomor dua di Indonesia kepada Gubernur Riau saat melakukan rapat koordinasi gubernur se- Indonesia. Kata beliau begini, tolong sampaikan pesan saya kepada wali kota Pekanbaru, bahwa Kota Pekanbaru adalah kota dengan tata kota terbaik se Indonesia dan Kota Pekanbaru adalah kota masa depan Indonesia,” ujar Firdaus tenang
Sebelumnya, Sementara itu Ketua KPU Pekanbaru Amiruddin Sijaya mengungkapkan, tujuan dari  debat publik adalah untuk memperkenalkan setiap pasanagn calon walikota dan wakil walikota pekanbaru ke public, baik visi dan misi maupun program kerja mereka.
“Ini bagian dari upaya KPU untuk memberi gambaran ke masyarakat tentang kapasitas dan intregritas setiap pasangan calon yang akan dipilh,” ujar Amiruddin.
Dari debat publik ini KPU berharap partisipasi masyarakat dalam memilih semakin tinggi, dan mengurangi angka golput. (oya)
(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *