Dow Jones Dibuka Melesat 234 Poin

FULLRIAU.COM — Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Selasa (21/9/2021), menyusul aksi beli di kala koreksi (buy on weakness) para pemodal.
Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 234 poin (+0,7%) pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 30 menit berbalik menjadi minus 91,7 poin (-0,27%) ke 34.669,29. Indeks S&P 500 tumbuh 9 poin (+0,2%) ke 4.452,01 dan Nasdaq surut 12,35 poin (-0,08%) ke 15.025,41.

Pasar Asia cenderung stabil setelah sempat tertekan oleh kecemasan kasus Evergrande Group. Pemerintah China diprediksi tak akan membiarkan kasus gagal bayar perusahaan properti tersebut berlarut hingga berujung pada krisis.

Saham migas ConocoPhillips melompat 2% di sesi pembukaan, diikuti saham produsen chip, perbankan, dan saham energi lainnya. Saham Uber lompat 6% setelah menaikkan outlook kinerjanya untuk kuartal III-2021.

Pelaku pasar mengantisipasi hasil rapat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan diumumkan besok, demikian juga dengan proyeksi ekonomi kuartalan mereka yang populer disebut dot plot. Bos The Fed Jerome Powell telah mengatakan bahwa tapering (pengurangan suntikan likuiditas ke pasar) bisa dimulai tahun ini.

″Kita akan melihat apakah ada bukti bahwa dot plot The Fed tidak muncul dengan isi yang menakutkan pasar… kita juga harus melihat ada-tidaknya bukti bahwa pemerintah China akan mengambil langkah [terkait Evergrande],” tutur Yung-Yu Ma, Kepala Perencana Investasi BMO Wealth Management, seperti dikutip CNBC International.

Pengembang properti terbesar kedua di China (dari sisi penjualan) yakni China Evergrande Group saat ini menghadapi risiko gagal bayar (default) bunga utang senilai US$ 83 juta pada Kamis nanti, menurut S&P Global Ratings.

Kekhawatiran terkait dengan risiko penyebaran virus Covid-19 varian delta yang kian meluas juga mulai berkurang, setelah Johnson & Johnson melaporkan bahwa suntikan vaksinnya memiliki efektivitas hingga 94%. Saham farmasi global ini dibuka naik 0,5%.

September secara historis menjadi bulan volatil terutama dengan reli indeks S&P 500 yang sepanjang tahun berjalan telah mencapai 16%. Meski demikian, beberapa perencana investasi pada Senin kemarin telah mengingatkan bahwa koreksi yang terjadi hari itu sudah terlalu dalam dan membuka peluang beli.

Pada Senin, indeks S&P 500 drop 1,7% menjadi koreksi terburuk sejak 12 Meri. Dow Jones Industrial Average anjlok 614 poin (-1,8%), menjadi koreksi harian terburuk sejak 19 Juli. Sementara itu, Nasdaq terbanting 2,2%. ***

Editor: Wadami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *