Guru Sosok Manusia Hebat untuk Generasi Bangsa

INGAT Presiden Soekarno (Presiden Pertama RI) pernah menyatakan kalau guru hanya bisa memberi apa yang dia miliki, bukan apa yang ia inginkan atau harapkan untuk siswa. Artinya, guru betul-betul memiliki kemampuan, skill, sikap yang melekat pada dirinya. Guru betul-betul menjadi teladan bagi siswanya artinya guru menjadi contoh tapi bukan memberi contoh.

Gambaran guru demikian merupakan guru yang dibutuhkan sehingga dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi peserta didiknya sebagai generasi emas bangsa. Bagi siswa, seorang guru merupakan sosok yang spesial. Tersebab guru atau pendidik berperan sebagai pembimbing dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Menyediakan keadaan-keadaan yang memungkinkan peserta didik merasa nyaman dan yakin bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapai akan mendapat penghargaan dan perhatian sehingga dapat meningkatkan motivasi berprestasi peserta didiknya.

Oleh sebab itu, walaupun era sudah serba digital tapi peran guru di sekolah tidak dapat digantikan oleh teknologi secanggih apapun. Oleh karenanya, guru harus benar-benar menyiapkan diri menjadi guru yang hebat, guru menginspirasi dan guru profesional. Guru yang hebat adalah guru yang mengabdikan dirinya secara totalitas dan memandang bahwa mencerdaskan siswanya adalah kewajibannya. Salah satu ciri utama guru hebat adalah menjadi guru dihati siswa bukan menjadi guru di mata siswa.

Kehadiran guru hebat bukanlah guru yang sudah memiliki sertifikat profesional, tetapi guru yang hebat adalah guru yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan guru-guru yang lainnya. Guru merupakan seseorang dengan kualifikasi khusus yang berkerja untuk mentransfer ilmu kepada peserta didik agar nantinya menjadi dewasa. Ketika melihat Kriteria hebat atau tidak seorang guru, dapat dilihat dari beberapa indikator-indikator tertentu.

Betullah apa yang dikatakan oleh seorang penulis ternama William Arthur Ward. Menurutnya, guru yang biasa-biasa saja hanya bisa menceritakan. Guru yang baik mampu menjelaskan. Guru yang unggul mampu menunjukkan. Sementara guru yang hebat bisa memberikan inspirasi.

Keinspirasian guru adalah sesosok manusia yang diberikan kelebihan untuk mentransfer ilmu kepada orang. Oleh sebab itu, kata guru mempunyai makna ‘digugu dan ditiru’ yang artinya mereka menjadi contoh dan panutan. Namun secara umum, Guru merupakan suatu pekerjaan yang mulia, dan disebut sebagai tenaga profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, melatih, mengarahkan, menilai mengevaluasi dan mentransfer ilmu kepada peserta didik.

Keberhasilan pelajar di sekolah tidak hanya ditentukan antusias belajar yang tinggi. Banyak penopang lain untuk mewujudkan prestasi gemilang. Tidak banyak orang menyadari bahwa keberhasilan atau prestasi yang digapai oleh pelajar kita sesungguhnya bukan murni hasil jerih payah pelajar itu sendiri, tetapi ada peran penting seorang guru disana, disamping peran signifikan orangtua. Inti dari sebuah sekolah adalah guru.

Guru merupakan pendidik yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya. Mampu berdiri sendiri dan dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah khalifah di muka bumi, sebagai makhluk sosial dan individu yang sanggup berdiri sendiri.

Adalah suatu keharusan apabila kita harus mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain di dunia, dan itu semua dapat dimulai dari pendidikan yang berkualitas, yang mampu mencerdaskan warga negaranya. Permasalahannya adalah bagaimanakah konsep dan format pendidikan yang mencerdaskan tersebut.

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 secara tegas disebutkan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Menilik dari definisi tersebut, sudah sangat jelas bahwa dalam proses pembelajaran menempatkan siswa atau peserta didik sebagai subyek yang berperan penuh dalam kegiatan belajarnya. Siswa memegang peran dominan dalam artian siswa memiliki kesempatan yang luas untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan realitas sosialnya serta minat dan bakatnya.

Secara sederhana terdapat tiga hal yang mendasar yang harus dibenahi untuk mewujudkan pendidikan yang mencerdaskan, sehingga proses pembelajaran akan lebih bermakna bagi peserta didik. Pertama, merekonstruksi kembali peran dan fungsi guru dalam pembelajaran. Kedua, meningkatkan peran orang tua dalam proses pendidikan anak. Ketiga, meninjau kembali peran sekolah sebagai lingkungan belajar siswa.

Tidak dapat dipungkiri bahwa guru memiliki peran yang sangat menentukan dalam keberhasilan pendidikan suatu bangsa. Guru sebagai aktor dalam pendidikan. Untuk hal tersebut maka sudah sewajarnya kalau guru harus dituntut untuk professional.

Profesional yang bagaimana? Yakni profesional seorang guru yang mampu menumbuhkan dan membangun semangat belajar anak didiknya sehingga potensi yang dimilikinya dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Sebab guru disamping sebagai pendidik, juga sebagai pembimbing para peserta didiknya. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit guru yang kurang menyadari akan peran dan fungsinya dalam proses pembelajaran sehingga tidak jarang proses belajar mengajar menjadi tidak menggairahkan bagi siswa. Penyebabnya tidak lain adalah mereproduksi ilmu berupa proses transfer pengetahua, yang hanya memindahkan ilmu yang ada pada diri anak atau peserta didik.

Disamping itu, idealnya dalam proses pembelajaran guru seharusnya lebih berfungsi sebagai fasilitator yang memfasilitasi peserta didik untuk dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran yang melibatkan pikiran, emosi dan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Dalam proses kegiatannya siswa dapat menggunakan sumber belajar seperti alam sekitar, buku, internet maupun sumber lain untuk membuat kesimpulan dari peristiwa, atau fenomena yang terjadi, sehingga menghasilkan pemahaman yang bermakna bagi dirinya. Proses tersebut tentunya tidak terlepas dari bimbingan dan arahan dari guru.

Seorang guru yang hebat tentu wajib untuk memiliki kualitas diri yang baik pula. Kualitas diri yang dimaksud antara lain tertanam sikap disiplin yang tinggi, Selanjutnya memiliki etos kerja yang baik, memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, serta bersikap bijaksana. Apabila beberapa hal tersebut terpenuhi maka dapat dikatakan bahwa seseorang guru memiliki kualitas diri. Disamping memang integritas moral wajib dimiliki oleh seorang guru, bagaimana ia bertingkah laku, tentunya harus menjadi sebuah panutan. Hal tersebut tentunya menjadi sebuah refleksi bagi seorang guru agar selalu menjunjung tinggi integritas moralnya. ***

*Oleh: Yuliana, S.Pd, Guru SMP Negeri 2 Bengkalis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *