Kelompok Tani Pinang Apresiasi Pemkab Bengkalis. Wabup Bagus Santoso: Saya Bangga Trobosan Ini

Wakil Bupati Bengkalis H Bagus Santoso saat meninjau perkebunan Pinang Lonjong di Desa Temeran dan Desa Damai, Rabu (9/6). Selain Wabub, turut melakukan peninjauan Kepala Karantina Pertanian Pekanbaru Wilayah Kerja Bengkalis, Holland Tambunan serta Kepala UPT Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Indrawati.

FULLRIAU.COM – Sejumlah kelompok tani di Bengkalis mengapresiasi kinerja Pemkab Bengkalis yang dianggap peduli dan perhatian terhadap para petani di Bengkalis. Pemkab selalu hadir di tengah-tengah petani, memberikan bimbingan dan solusi berbagai persoalan yang dihadapi petani.

“Salut dan apresiasi untuk Pemkab Bengkalis yang selalu hadir di tengah-tengah petani. Harapan kita tentunya pemerintah memberikan bimbingan dan mengatasi berbagai persoalan dan kendala yang dihadapi petani,” harap Acin Ketua Kelompok Tani Pinang Lonjong Bengkalis.

Hal itu disampaikan pengusaha sukses ini ketika mendampingi Wakil Bupati Bengkalis H Bagus Santoso saat meninjau perkebunan Pinang Lonjong di Desa Temeran dan Desa Damai, Rabu (9/6). Selain Wabub, turut melakukan peninjauan Kepala Karantina Pertanian Pekanbaru Wilayah Kerja Bengkalis, Holland Tambunan serta Kepala UPT Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Indrawati.


Mewakili pemerintah, Bagus juga mengapresiasi Kelompok Tani di Kabupaten Bengkalis, salah satunya yakni Kelompok Tani Pinang Lonjong. Pemkab Bengkalis juga mendukung dikembangkannnya komoditi pinang lonjong di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso didampingi Holland Tambunan dari Balqi Karantina Pertanian Pekanbaru Wilayah Kerja Bengkalis serta Indrawati Kepala UPT Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura.


“Saya merasa bangga, kelompok tani ppinan pak Acin ini membuat terobosan tanam pinang lonjong, menanam dan memelihara tak ribet pemasarannya sudah jelas tinggal kita perbanyak,” ujar Wabup Bagus Santoso.

Dikatskan Acin sebagai ketua Kelompok Tani Pinang Lonjong bahwa dirinya melirik jenis pinang lonjong karena memiliki keunggulan dibanding pinang lainnya.

“Tertarik ini kita melihat prospeknya bagus. Karena pinang ini selain untuk lokal bisa di ekspor ke India dan Cina, yang pasti sudah ada jaminan pembeli,” ujar Acin.

Pinang yang unggul dalam segi pemasaran juga isinya yang lebih padat ini sudah memiliki jaringan untuk pemasaran. Ia juga sangat menyambut baik atas perhatian Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso terhadap sektor pertanian di Kabupaten Bengkalis.

“Mudah sekali, pinang ini bahan permen pengganti rokok di Cina, ini dari pinang muda. Sedangkan pinang lonjong yang sudah tua laku keras, ini jenis pinang serba guna pungkasnya.

Pinang lonjong muda dipasaran 1kg Rp9.000. Sedangkan pinang yang sudah tua dan telah diproses dihargai Rp23.000 per kg.

“Kami berharap pemerintah bisa memberikan peluang kepada masyarakat dan kelompok tani untuk mengembangkan usaha ini, berupa bantuan prasarana maupun modal,” harap Acin.

Dibuktikan oleh kelompok tani ini, bahwa di Kabupaten Bengkalis tanahnya cocok untuk ditanami pinang lonjong dengan perhitungan 3 tahun sudah bisa memberikan hasil.

Contoh keberhasilan tanaman pinang lonjong ini juga dilihat Wabup Bagus Santoso selain Desa Tameran juga di Desa Damai. Ribuan pinang lonjong berhasil tumbuh dengan subur.
“Bersyukur waga kita membuat trobosan dan inisiasi yang perlu disambut baik oleh Pemkab Bengkalis. Ini salah satu budidaya pinang lonjong. Sudah ada pembibitannya dan penampungnya,” kata Bagus Santoso.

Dikatakan Bagus Santoso Pemkab Bengkalis bakal menangkap peluang yang telah dirintis warga. Pemerintah akan hadir memberikan pendampingan dari pembibitan sampai pengolahan, bekerjasama dengan OPD terkait.

Lebih lanjut disampaikan Wabup, budidaya Talas juga telah disampaikan kepada BRGM RI ) Badan Restorasi Gambut dan Mangrove). Dalam waktu dekat direncanakan orang nomor dua di Negeri Junjungan ini juga bakal mengundang investor yang sudah bersedia hadir di Kabupaten Bengkalis untuk kerjasama pengembangan komiditi pinang lonjong,

“Mari kita garap lahan dan pekarangan kembali. Ayo ramai-ramai kita kembali menggiatkan menggali potensi lahan kita yang tidur itu dan tidak harus berhektar-hektar. Sejembo atau satu jalur itu juga sumber pendapatan. Kalau masyarakat saja telah memberi contoh ini, maka pemerintah pasti hadir untuk menangkap peluang yang sangat bagus ini,”tutupnya. ***

Penulis: Taufik Kembung

Editor: Wadami

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *