Kembangkan Kreasi Mi Nusantara, Indonesia Harus Perbaiki Kualitas Produk

SEJAK ribuan tahun lalu, mi dipercaya telah tersebar luas dari daratan China ke seluruh dunia. Di Indonesia, mi telah bertransformasi dan memiliki beragam varian dengan ciri khas masing-masing daerah.

Keragaman bumbu dan rempah inilah yang menjadikan mie sebagai salah satu kuliner yang digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Tak heran jika menu makanan mi dapat ditemui di restoran hingga warung kaki lima.

Berdasarkan pengakuan Healthy Chef, Edwin Lauw, selain China, Indonesia merupakan salah satu negara yang berpotensi mengembangkan hidangan tersebut.

“Masyarakat Indonesia itu sangat kreatif. Buktinya, banyak olahan mi lezat dengan harga yang terjangkau. Ini karena mereka bisa memanfaatkan bahan-bahan yang ada,” tutur Edwin, dalam acara Kompetisi Mie Warisan Nusantara, di Mall Kelapa Gading, Jakarta Timur.

Lebih lanjut Edwin menjelaskan, satu-satunya kekurangan Indonesia yaitu, tidak bisa mempertahankan kualitas produk-produk dalam negeri.

“Salah satu produsen mi instan di negara kita ini bahkan rela mengimpor tepung dari Australia untuk mendapatkan kualitas terbaik. Tidak hanya itu, pengusaha jus di dalam negeri juga sering menggunakan buah-buahan yang berasal dari India,” tambah Edwin.

Melihat fakta tersebut, salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Kelapa Gading, berinisiatif untuk mengadakan sebuah event bertemakan “Kompetisi Mi Warisan Nusantara”.

“Event ini merupakan wadah berbagai kreativitas anak bangsa dengan menampilkan produk-produk lokal berkualitas, sehingga nantinya mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, serta diterima secara luas di dunia,” tukas Soegianto Nagaria, Chairman Jakarta Fashion & Food Festiva (JFFF)l.

(ndr)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *