KENAPA DIPENDING! Kelanjutan Pembangunan Gedung Daerah

GEDUNG DAERAH2BENGKALIS-Kelanjutan pembangunan Gedung Daerah Bengkalis yang terletak di jalan Ahmad Yani kota Bengkalis senilai Rp 3 milyar, yang dianggarkan kembali tahun 2016 ini akan dipending (ditunda,red) sampai adanya kejelasan hasil audit investigative Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau.

Hal itu disampaikan, H Ngawidi selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek tersebut tahun 2016 ini, terkait nasib gedung yang sekarang terbengkalai dan diduga kuat bermasalah dari sisi anggaran dan kualitas pekerjaan. Ia mengaku sudah menyerahkan dokumen lelang ke Unit Layanan Pengadaan (ULP), namun melihat kondisi gedung serta besaran anggaran ditambah sorotan masyarakat, pihaknya akan menunda proses lelang proyek tesebut.

“Selagi belum ada hasil audit menyeluruh dari BPKP kita tidak berani melelangkan proyek lanjutan pekerjaan gedung daerah itu. Kita segera menyurati ULP untuk tidak melelangkan pelaksanaan pekerjaan lanjutan yaitu finishing gedung itu tahun 2016 ini atau di-pending,”ungkap Ngawidi, kamis (16/6).

Pria yang juga kepala bidang di Dinas Pekerjaan Umum Bengkalis itu mengaku selain masih menunggu hasil audit investigatif dari BPKP Riau, juga sorotan tajam dari masyarakat yang mempersoalkan kualitas pekerjaan gedung itu. Selaku KPA dirinya telah meninjau kondisi fisik bangunan yang telah menelan dana APBD bengkalis Rp 49 milyar itu.

Selain menunggu hasil audit BPKP, Ngawidi juga menyebut bahwa anggaran yang diplot tahun ini sebesar Rp 3 milyar untuk penyelesaian atau pekerjaan akhir gedung diyakininya tidak mencukupi. Hal itu didasarkan kepada kondisi fisik gedung yang mana banyak harus diperbaiki, mulaid ari lantai, dinding, platfon, bagian luar serta halaman gedung.

“Dana yang diplot Rp 3 milyar tahun ini kalau dipaksakan dilelang jelas tidak mencukupi, karena dana tersebut seharusnya hanya untuk pekerjaan finishing, tapi melihat kondisi gedung saat ini jelas tidak cukup dan diakhir tahun akan bermasalah. Banyak bagian gedung baik didalam maupun diluar yang harus diperbaiki,”papar Ngawidi menambahkan.

Seperti diketahui, pekerjaan gedung daerah Bengkalis yang sudah dilaksanakan selama tujuh tahun dan memasuki tahun kedelapan tahun 2016 ini, tak kunjung selesai 100 persen. Walaupun dana APBD Bengkalis sudah disedoot mencapai Rp 49 milyar,tapi kualitas proyek tersebut amburadul sehingga sejumlah kalangan mendesak penegak hukum segera bertindak. (*/FR)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.