KPU vs BISA : Paswas Targetkan 6 November Ada Hasilnya

44938_63464_pilkadaPEKANBARU– Persidangan sengketa Pilkada yang dilayangkan kuasa hukum pasangan Dastrayani Bibra dan Said Usman Abdullah (SUA) masih terus berjalan. Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kota Pekanbaru menggelar sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keputusan Panwas, Senin (31/10) kemarin.

Sebagaimana diketahui, sidang yang digelar pada hari sebelumnya Ahad (30/10) belum final dan dilanjutkan Senin (31/10). Pelaksanaan sidang sengketa ini mendapat penjagaan dari personil dari Polresta Pekanbaru.Sidang kali ketiga ini diawali dengan mendengarkan saksi-saksi ahli yang didatangkan pihak pemohon. Adapun saksi ahli tersebut diantaranya M Zaini selaku tim Liaison Officer (LO) Pemenangan BISA dan Maxasai Ibdra salah selaku akademisi dan ahli Hukum Adminstrasi Tata Negara Unri.

Disela mendengarakan keterangan M Zaini, pemohon memutarkan rekaman suara percakapan antara tim koalisi partai pengusung dan Ketua KPU Pekanbaru. Dalam rekaman berdurasi 42 menit tersebut dapat disimpulkan KPU Pekanbaru akan menjalankan rekomendasi Panwaslu Kota Pekanbaru.

“Dalam relawan itu pak Mai Andi menegaskan rekomendasi dari Panwas wajib dijalankan, Tapi nyata, ketika ada rekomendasi dari panwas, KPU tidak menindaklanjuti dan kami pun tidak di kasi tahu, makanya kami tidak melakukan upaya tindak lanjut,” ujar M Zaini.

Disinggung soal rekaman yang diputar pomohon saat meminta keterangan saksi, Zaini mengatakan dirinya tidak megetahui siapay yang merekam percakapan ketika diirinya bersama tim pemenangan mendatangai KPU.
“Yang jelas bukan saya yang merekam, Ketika itu, kami berempat diantaranya saya sendiri, Robin, Abu Bakar, dan Ridwan, ketika itu dipihak KPU ada ketua, di dampingi tiga komisioner,” terangnya.

Kedatangan pihaknya ke KPU ketika itu pada tanggal 3 Oktober, pertemuan menjelang maghrib di ruangan ketua KPU Pekanbaru. Setelah selesai mendengarkan keterangan Zaini, selanjutnya Panwas mendegakan saksi ahli, yakni Maxasai Indra merupakan seorang Akademisi dan ahli hukum adminstraasi Tata Negara UR.

“Terkait hasil tes kesehatan yang menyatakan SUA tidak memenuhi syarat, ini seharusnya tidak menjadi otoritas KPU untuk memprediksi kejadianya yang akan datang, itu sepenuhnya menjadi hak tim dokter, dari sisi hukum kita tidak bisa memutusakan hasil yang belum bisa dilihat untuk saat sekarang ini,” sebutnya.

Lebih lanjut dismaiakan Mexasai, KPU Pekanbaru juga tidak menentukan kriteria yang jelas terkait tidak memenuhi syaratnya SUA. mestinya ini harus ada penegasan, apakan hanya karena disabilitas dapat menybabkan halangan tetap atau tidak, itu yang dipertanyakan.”Jika nanti 5 tahun medatang kita liha SUA masih sehat-sehat saja, disini tentu ada pelanggaran hak konstitusional seseorang yang dilakukan KPU,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panwas Kota Pekanbaru, Indra Khalid Nasution saat dimintai keterangannya terkait berlangsungnya sidang ketiga yang dilakukan antara pemohon dari pihak Paslon dan termohon dari pihak KPU Pekanbaru. Ia belum bisa memutuskaan sebelum mendengar kesimpulan dari kedua belah pihak yang akan digelas pada sidang selanjutnya.

 

“Belum bisa kita simpulkan, tunggu saja nanti di putusan, paling lama tanggal 6 oktober tepatnya pada hari ahad,” sebutnya.Disampaikannya, karena berdasarkan juknis Panwas diberi tenggat selmaa 12 hari untuk memutusakan sidang sengketa ini. Hal ini berarti beberapa hari lagi untuk menyelesiakan sengketa tersebut.
“Terhitung kita mulai pada tanggal 26 oktober, dengan begini nanti putusan terakhir akan diputuskan pada 6 Oktober,” terangnya.

Untuk diang yang ketiga ini, lanjut Indra adalah pemeriksaan dokumen bukti. Dari pihak pemohon mengajukan satu orang saksi fakta, dan dua orang saksi ahli, tadi yang bisa dihadirkan pemohon baru satu saksi ahli dan satu saksi fakta, dengan begini masi ada satu saksi ahli lagi yang akan kita mintai keterangannya pada sidang berikutnya.
“Kita habiskan besok mendengarkan keterangan saksi, baik dari pemohon maupun termohon. Insyaallah tiga sidang lagi selesai karena maksimal Panwas menggelas 7 kali sidang,” kata Indra. (*/fr)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.